Gubernur Program Seragam Gratis, Pemprov Kalteng Dorong Pemerataan Pendidikan
Palangka Raya-Spektroom : Program pembagian enam puluh ribu seragam dan sepatu sekolah kepada siswa SMA/SMK/SKH yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendapat tanggapan positif dari kalangan akademisi.
Menanggapi Program seragam gratis tersebut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah UIN Palangka Raya Wahyu Akbar, S.E. Sy, M.E menilainya sebagai langkah konkret meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memperkuat akses pendidikan dan memiliki dampak sosial ekonomi cukup signifikan terutama bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
Menurutnya, biaya pendidikan tidak hanya terkait uang sekolah, tetapi juga kebutuhan penunjang seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan lainnya yang sering kali menjadi beban bagi keluarga berpenghasilan rendah.
“Program seperti ini secara langsung membantu mengurangi biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua. Dalam perspektif ekonomi kesejahteraan, kebijakan ini bisa meningkatkan akses pendidikan sekaligus menjaga keberlanjutan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu,” tegasnya, Sabtu (7/3/2026)

Ia menambahkan, bantuan perlengkapan sekolah juga berpotensi menekan angka putus sekolah, terutama pada jenjang pendidikan menengah yang kerap menjadi titik rawan bagi siswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Berkurangnya beban tersebut, akses dan keberlanjutan pendidikan siswa, khususnya di wilayah pedalaman, berpotensi meningkat. Dalam jangka panjang, kebijakan ini merupakan bentuk investasi modal manusia (human capital investment) untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.” ujarnya
Progtam bantuan sekolah tersebut antara lain 34.735 stel seragam olahraga, 34.735 stel seragam Batik Huma Betang, 25.123 stel seragam putih abu-abu, 25.123 stel seragam Pramuka lengkap, serta 26.030 pasang sepatu sekolah. Selain itu, siswa juga menerima topi, dasi, dan ikat pinggang sekolah.
Wahyu Akbar menilai, jika program ini dilakukan secara konsisten dan tepat sasaran, dampaknya tidak hanya terasa pada sektor pendidikan, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, saat peluncuran program tersebut menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
"Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada anak di Kalimantan Tengah yang terhambat melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan biaya." ucapnya (Polin TRA)