BPOM RI Lakukan Pengawasan di 1.134 Sarana Peredaran Pangan

BPOM RI Lakukan Pengawasan di 1.134 Sarana Peredaran Pangan
Hingga 5 Maret 2026 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 1.134 sarana peredaran pangan olahan di 38 provinsi. (Foto Capture YouTube BPOM).

Jakarta- Spektroom: Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dalam mengawasi pangan olahan pada bulan Ramadhan 1447 Hijriyah melakukan pengawasan pangan olahan pada pre-market sebelum produk itu beredar dan post-market setelah dan selama produk itu beredar. 

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan, pengawasan dilakukan secara intensif dan terfokus pada momen tertentu dengan risiko tinggi seperti menjelang hari raya keagamaan atau saat terjadi isu keamanan pangan tertentu misalnya terjadi kejadian luar biasa.

Sedangkan intensifikasi pengawasan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah,  dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya produk tidak memenuhi ketentuan dalam rangka melindungi masyarakat dari produk pangan yang berisiko terhadap kesehatan pada masa ini, termasuk makanan siap saji Takjil.

audio-thumbnail
Voice BPOM Taruna Ikrar
0:00
/217.257

"Kegiatan belanja masyarakat cenderung meningkat di saat seperti ini. Nah dalam konteks itulah maka intensifikasi pengawasan pangan dilaksanakan serentak oleh 76 unit pelaksana teknis kami bersama lintas sektoral,  baik dengan Pemda dan berbagai stakeholder lainnya" ujar Taruna Ikrar, pada Konferensi pers hasil intensifikasi pengawasan Ramadhan dan Idhul Fitri 1447 Hijriyah, di Jakarta,  Rabu (11/3)2026).

Konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube BPOM RI tersebut juga terungkap hingga 5 Maret 2026 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 1.134 sarana peredaran pangan olahan di 38 provinsi.


"Sebagian besar adalah  ritel modern, yaitu 50,2 persen diikuti oleh pasar tradisional 32,5 persen, gudang distributor 16,6 persen,  gudang importer 0,6% dan gudang e-commerce 0,1%." rincinya.

Dikatakan Taruna Ikrar, meskipun arus distribusi  barang begitu cepat namun pemeriksaan oleh tim badan POM di ritel modern, dapat memeriksa berbagai merek dan jenis produk dalam satu lokasi sehingga lebih efisien.

 "Kami sampaikan dari hasil pemeriksaan terhadap 1.134 sarana tersebut menunjukkan sebanyak 739 atau 62,2% sarana memenuhi ketentuan dan 395 sarana atau 34,8% tidak memenuhi ketentuan kesehatan" ujar Taruna Ikrar.

Sedangkan temuan produk kedaluwarsa paling banyak ditemukan di wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Maluku.

"Jenis produk yang paling banyak ditemukan antara lain minuman serbuk berperisa, garam, pasta dan mi, bahan tambahan pangan, bumbu dan kondimen" katanya lagi.

Sementara itu, pangan olahan rusak ditemukan di wilayah Sumatra Barat, Jambi, Jawa Timur, Maluku, dan Maluku Utara. Produk yang ditemukan antara lain pangan olahan untuk keperluan gizi khusus, pasta dan mi, minuman sari kacang, serta susu kental manis dan minuman berperisa tidak berkarbonasi.

Menurut Taruna Ikrar, temuan yang relatif serupa setiap tahun menunjukkan masih adanya pelaku usaha yang belum mematuhi ketentuan peredaran pangan olahan.

Taruna Ikrar juga menjelaskan bahwa terhadap hasil intensifikasi pengawasan tahun ini, BPOM telah melakukan pengamanan produk serta menginstruksikan pengembalian produk kepada pemasok dan pemusnahan terhadap produk yang tidak memenuhi ketentuan

"BPOM tidak akan mentolerir pelaku usaha yang mengabaikan keselamatan konsumen. Setiap produk yang tidak memenuhi ketentuan akan kami tindak tegas, baik melalui pengamanan produk, perintah penarikan, hingga pemusnahan,” tegasnya.(@Ng).

Berita terkait

Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat, Kemenaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan

Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat, Kemenaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan

Jakarta - Spektroom : Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan Wadhwani Foundation dan PT Indosat Tbk untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional. Kerja sama ini meliputi peningkatan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan akses layanan ketenagakerjaan, termasuk bagi

Anggoro AP
Seminar Hardiknas PGMI UNISKA MAAB Banjarmasin Wujud Tingkatkan Peduli Pendidikan Banua Yang Bermutu

Seminar Hardiknas PGMI UNISKA MAAB Banjarmasin Wujud Tingkatkan Peduli Pendidikan Banua Yang Bermutu

Junaidi, Agung Yunianto Banjarmasin-Spektroom : Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasyah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAAB) Banjarmasin sukses menggelar Seminar Hari Pendidikan Nasional, yang mengangkat tema Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua, digelar Selasa (5/5/2026) di Aula Balai Kota Banjarmasin. H Abdul

Junaidi