Halalbihalal PP RRI Ustad Imam: Syawal Momentum Naik Kelas Setelah Ramadhan
Jakarta - Spektroon : Persatuan Pensiunan Radio Republik Indonesia (PP RRI) menggelar halal bi halal sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus refleksi pasca-Ramadhan, Rabu (15/04/2026), di Jakarta yang diikuti secara luring dan daring dari seluruh Indonesia.
Halalbihalal bertemakan "Merajut Silahturahmi dan kebersamaan dalam bingkai kesederhanaan" menyesuaikan dengan program pemerintah yaitu efisiensi.
Penceramah, Ustaz Imam menegaskan bulan Syawal bukan sekadar kelanjutan kalender Hijriah, melainkan momentum peningkatan kualitas diri.
“Syawal adalah bulan peningkatan. Setelah ditempa selama Ramadhan, seseorang seharusnya tidak kembali ke kondisi semula, melainkan naik kelas, baik secara spiritual maupun sosial,” ujar Ustad Imam.
Ramadhan sejatinya merupakan proses pembinaan menyeluruh yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Mulai dari pengendalian fisik, penguatan mental, peningkatan kepedulian sosial, hingga kesadaran terhadap lingkungan.
Hasil dari proses puasa sebulan penuh itu, harus tercermin dalam perilaku sehari-hari setelah Ramadhan berakhir.
Beliau mengingatkan penting membangun kesadaran spiritual yang berkelanjutan. Hal itu, dapat dimulai dari hal paling mendasar, seperti menyadari napas dan detak jantung sebagai bagian dari refleksi kehadiran Tuhan Allah dalam diri manusia.
Terkait halalbihalal, Ustaz Imam menyebut tradisi itu sebagai kekhasan Indonesia yang lahir dari perpaduan nilai agama dan budaya. Ia menekankan halalbihalal tidak boleh dimaknai secara seremonial semata.
“Silaturahmi bukan hanya saling berjabat tangan dan bermaafan, tetapi harus berlanjut pada tindakan nyata-saling membantu, berbagi, dan saling menguatkan, menolong yang lemah.
Silaturahmi memiliki dampak luas, tidak hanya dalam hubungan sosial, tetapi juga dalam kehidupan secara keseluruhan, aksi secara nyata. Silaturahmi itu juga memperpanjang usia dan melapangkan rezeki, karena didalamnya ada kekuatan kebersamaan dan saling menguatkan.

Ustad Imam menguraikan silaturahmi ideal mencakup beberapa dimensi, mulai dari hubungan sosial, berbagi sumber daya, pertukaran ilmu, hingga keterhubungan batin antar sesama.
Menutup tausiyah, ia mengajak pensiunan RRI, membangun kehidupan yang lebih bermakna, melakukan aksi kerjasama secara nyata.
Kegiatan halalbihalal berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, serta menjadi sarana memperkuat solidaritas anggota Pensiunan Pegawai RRI di masa purnatugas.