Hangatnya Kebersamaan di Sungai Melayu Rayak, Ketapang

Hangatnya Kebersamaan di Sungai Melayu Rayak, Ketapang
Bupati Ketapang Alexander Wilyo membubuhkan tanda tangan di prasasti peresmian Gedung Taman Pendidikan Al-quran (TPA) Masdjit jammi Al - Muttaqin. Foto : M.Saad

Ketapang - Spektroom : Suasana siang itu terasa berbeda di Desa Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Di tengah hamparan kebersamaan warga, sebuah bangunan sederhana namun sarat makna resmi berdiri: Gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Masjid Jami’ Al-Muttaqin.

Peresmian yang dilakukan langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Sabtu siang (04/04/2026) bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan harapan kolektif akan masa depan generasi muda.

Acara yang dirangkai dengan tradisi selapanan dan Halal Bihalal itu menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Anak-anak berlarian di halaman masjid, sementara para orang tua saling berbincang hangat, membangun kembali jalinan silaturahmi pasca-Ramadan.

Di sudut lain, para tokoh agama dan masyarakat duduk berdampingan, memperlihatkan harmoni yang telah lama menjadi denyut nadi kehidupan desa.

Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menegaskan kepemimpinan bukan tentang batas-batas identitas, melainkan tentang merangkul semua.

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama,” ujarnya, menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman. Pernyataan itu disambut anggukan dan tepuk tangan, seolah menjadi penguat rasa memiliki yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat.

Namun, momen paling menyentuh justru datang dari hal-hal sederhana. Ketika Bupati berbicara tentang TPA sebagai investasi masa depan, sorot mata para orang tua tampak penuh harap.

Mereka melihat lebih dari sekadar bangunan mereka melihat peluang bagi anak-anak mereka untuk tumbuh dengan nilai, ilmu, dan akhlak. Tak berhenti pada simbolik, kehadiran pemerintah juga diwujudkan melalui aksi nyata.

Layanan pengobatan gratis yang turut dibawa dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Di sana, pelayanan publik terasa lebih dekat, lebih manusiawi.

Usai peresmian, suasana semakin hangat dalam tradisi mushafahah. Satu per satu warga menyalami Bupati dan para tokoh yang hadir. Senyum, tawa, dan doa saling bertukar, menciptakan energi kebersamaan yang sulit diukur dengan kata-kata.

Penandatanganan prasasti menjadi penutup resmi, namun bukan akhir dari cerita.

Justru dari titik itu, harapan baru mulai ditanam bahwa dari ruang belajar sederhana ini, akan lahir generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.

Di Desa Sungai Melayu Raya Baru, hari itu bukan hanya tentang meresmikan bangunan. Ia adalah tentang merawat harapan, memperkuat ikatan, dan memastikan bahwa masa depan dibangun bersama, dari desa, oleh semua.

Berita terkait

Pasca Ramadan dan Idulfitri, Pemprov Sumbar Aktifkan Kembali Car Free Day untuk Dorong Kesehatan dan Ekonomi Lokal

Pasca Ramadan dan Idulfitri, Pemprov Sumbar Aktifkan Kembali Car Free Day untuk Dorong Kesehatan dan Ekonomi Lokal

Padang-Spektroom : Pasca Ramadan dan Idulfitri, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kembali mengaktifkan kegiatan Car Free Day (CFD) untuk mendorong gaya hidup sehat masyarakat, sekaligus mempercepat perputaran ekonomi lokal. Kegiatan tersebut digelar di sepanjang kawasan Jalan Sudirman, Kota Padang, Minggu (5/4/2026). Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menegaskan dibukanya kembali

Rafles
Pasca Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL, Indonesia Dorong Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia

Pasca Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL, Indonesia Dorong Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia

Jakarta-Spektroom : Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono kembali menyampaikan duka cita pemerintah Indonesia atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia saat menjalankan tugas pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Ucapan duka tersebut disampaikan dalam keterangannya di Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026). Selain tiga

Rafles