Hardiknas 2026 Menguak Suara Hati Siswa SMA Bintuni

"Kita punya gedung sekolah, tapi belum bisa ditempati dan katanya tahun ini," ujar Rames

Hardiknas 2026 Menguak Suara Hati Siswa SMA Bintuni
Rames Pasei siswa SMAN 2 Teluk Bintuni.( foto RRI).

Bintuni-Spektroom : Hari Pendidikan Nasional/Hardiknas yang diperingati setiap 2 Mei, sangat penting untuk menghormati jasa Ki Hadjar Dewantara, memperkuat nasionalisme pelaku pendidikan, serta merefleksikan dan meningkatkan mutu pendidikan nasional. Momen ini juga sebagai sarana memotivasi dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun karakter generasi muda, sehingga layaknya diperingati dengan sukacita.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, kembali menguak kisah klasik dari pengakuan Rames Pasei selaku Siswa SMA Negeri 2 Kabupaten Teluk Bintuni  yang merindukan lingkungan belajar yang nyaman dan layak, termasuk kepastian fasilitas sekolah  yang belum dapat ditempati.

"Kita punya gedung sekolah, tapi belum bisa ditempati dan katanya tahun ini," ujar Rames usai mengikuti upacara Hardiknas Sabtu, 02 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari tiga tahun, membuat para siswa SMA Negeri 2 terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar pada siang hingga sore hari di gedung SD Negeri Tuasai.

Rames bersama teman temannya juga menyoroti penyaluran program Makan Bergizi Gratis/MBG yang belum merata.

“Semoga pendidikan lebih baik, dan semoga kami segera dapat MBG, karena sampai sekarang belum ada,” tambahnya.

Dikonfirmasi hal itu via telepon seluler, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Teluk Bintuni, Henry Kapuangan, menyatakan  pemerintah daerah tengah berupaya agar gedung baru SMA Negeri 2 segera dapat digunakan.

Henry menjelaskan, kendala utama terletak pada status kepemilikan tanah (hak ulayat). Meskipun anggaran telah disiapkan sebelumnya, tapi nilai yang ditawarkan belum disepakati oleh pemilik lahan.

“Tahun lalu sudah dianggarkan, tapi pemilik tanah menilai terlalu rendah, sehingga Tahun ini kami anggarkan kembali dengan penyesuaian,” jelasnya.

Ditanya  sorotan siswa tentang program MBG, Henry menyebutkan  pemerintah menargetkan seluruh sekolah di wilayah Satuan Pemukiman/SP mulai menerima manfaat tersebut pada tahun ajaran baru mendatang.

“Saya berharap tahun ajaran baru semua sudah berjalan dan memang setiap kunjungan ke sekolah, anak-anak selalu bertanya kapan mereka dapat MBG,” tandasnya.

Ungkapan kegelisahan hati siswa SMA Negeri 2 Teluk Bintuni adalah signal bagi para pemangku kepentingan dibidang pendidikan, sebab masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, menyusuri tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.

Berita terkait

Program Prioritas Wihaji : BKKBN Maluku Utara Salurkan Nutrisi GENTING untuk Menekan Stunting

Program Prioritas Wihaji : BKKBN Maluku Utara Salurkan Nutrisi GENTING untuk Menekan Stunting

Loloda-Spektroom : Setelah menyalurkan bantuan sosial dalam rangka Hari Kartini oleh DWP Kemendukbangga/BKKBN RI di Desa Katana, Kecamatan Tobelo Timur, rombongan yang dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, dr. Victor Palimbong, M.K.M., melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Loloda Kepulauan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penyaluran Bantuan Genting dari

Nanang Adrany