Hardiknas 2026: Nita Sadali Tekankan Pendidikan dan Lingkungan Sehat di Maluku
Ambon Spektroom : Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat pendidikan sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan bagi generasi muda Maluku. Hal ini ditegaskan Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, Nita Sadali Ie, saat menghadiri pencanangan Hardiknas yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Ambon, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku itu diisi dengan jalan santai dan senam bersama, melibatkan pelajar, guru, serta masyarakat. Turut hadir Ketua Pembina Posyandu, Ny. Maya Baby Lewerissa, bersama jajaran pemerintah daerah.
Nita Sadali menilai Hardiknas bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat semangat belajar sekaligus membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan. Ia menekankan pentingnya integrasi program pendidikan dengan Gerakan Maluku Bersih, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan Posyandu yang masuk ke lingkungan sekolah.
“Momentum Hardiknas harus dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan sekaligus kepedulian lingkungan. Ini penting untuk membentuk generasi Maluku yang sehat, kuat, dan berkarakter,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku yang melibatkan berbagai elemen dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun semangat generasi muda.
“Kegiatan seperti ini memberi dampak positif bagi anak-anak dan masyarakat. Pendidikan adalah fondasi utama membangun daerah dan bangsa,” ujarnya.
Nita menambahkan, generasi muda perlu terus didorong agar memiliki semangat belajar tinggi, etos kerja kuat, serta kesehatan yang baik. Ia menegaskan, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan karakter masyarakatnya.
Sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan keluarga, Dharma Wanita Persatuan, lanjutnya, mendukung penuh program yang berdampak langsung pada anak-anak, terutama dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan lingkungan bersih.
Selain itu, ia menilai penggabungan kegiatan pendidikan dengan aksi kebersihan lingkungan menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Di akhir pernyataannya, Nita berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Maluku.
“Anak-anak harus melihat bahwa pendidikan itu sangat penting untuk masa depan mereka. Dengan pendidikan yang baik, mereka bisa menjadi kebanggaan Maluku,” pungkasnya. (EM)