Hari Penyiaran : Lembaga Penyiaran Memperkuat Imun Masyarakat Terhadap Informasi Global Tidak Terkontrol
Solo - Spektroom : Kolaborasi seluruh lembaga penyiaran dalam mewujudkan ketahanan nasional ditengah era disrupsi digital sangat diperlukan; termasuk momentum hari penyiaran nasional 1 April menjadi titik balik guna menegaskan penyiaran bukan sekedar industri hiburan tetapi menjadi pilar trategis menjaga keutuhan bangsa.
Diminta tanggapan ( 01/ 04 / 2026 ) berkait hari penyiaran ke 93, Koordinator Bidang Pengelolaan Kebijakan dan Sistem Penyiaran KPID Jateng, Intan Nurlaili, menyampaikan penyiaran harus mampu memperkuat sistem imun masyarakat terhadap informasi global yang tidak terkontrol.
Di jelaskan, ketahanan nasional tidak hanya mencakup aspek militer, tetapi juga menyentuh dimensi ideologi, sosial budaya, ekonomi, hingga informasi. Dalam hal ini, lembaga penyiaran memegang tanggung jawab besar sebagai gatekeeper atau penjernih informasi di tengah maraknya hoaks di media sosial.
Dengan menghadirkan konten yang akurat dan berimbang, lembaga penyiaran diharapkan dapat mencegah disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.
"Lembaga penyiaran punya tanggung jawab untuk menghadirkan informasi berimbang dan kredibel guna menjaga stabilitas sosial serta mencegah disinformasi yang bisa memecah belah masyarakat,"Jelas Intan Nurlaili
Senada , Komisioner KPID Jawa Tengah, Anas Syahirul Alim, menyoroti peran vital lembaga penyiaran dalam menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, konten siaran harus mampu memberikan otorisasi dan edukasi yang kuat bagi masyarakat di akar rumput.
Disisi lain, Radio sebagai salah satu media yang paling dekat dengan rakyat, memiliki keunggulan aksesibilitas yang langsung menyentuh masyarakat bawah sehingga sangat efektif dalam mempererat ikatan sosial.
Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah bagaimana lembaga penyiaran dapat adaptif dan inovatif terhadap perkembangan teknologi terbaru.
Konvergensi media sebagai solusi utama, di mana penyiaran tidak lagi hanya mengandalkan audio, tetapi juga merambah ke konten visual dan saluran daring.
Dengan tim yang mampu melakukan multitasking, lembaga penyiaran dapat tetap relevan bagi generasi digital tanpa meninggalkan fungsi dasarnya sebagai pemberi informasi yang terpercaya.
"Lembaga penyiaran harus adaptif terhadap teknologi terbaru melalui konvergensi media, tidak hanya sisi audio tetapi juga konten visual guna menjaga kohesivitas sosial di masyarakat," kata Anas.
Selain aspek teknologi, penguatan identitas kebangsaan melalui konten yang mengangkat nilai-nilai kebhinekaan, toleransi, dan kearifan lokal tetap menjadi prioritas utama. Melalui siaran yang berkualitas, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dan cerdas dalam mengonsumsi media (Dan)