Hari Raja Rutong Fokus Benahi Adat dan Sampah
Ambon-Spektroom : Hari Raja 2026 di Negeri Rutong, Kota Ambon, akhir Februari ini diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat, dimana melemahnya disiplin sosial, persoalan sampah, dan memudarnya minat generasi muda terhadap adat.
Mengusung tema “Arika Kalesang Negeri” yang berarti cekatan, tanggap, dan bertanggung jawab merawat negeri, pemerintah dan lembaga adat setempat menjadikan momentum tahunan ini sebagai ruang evaluasi sekaligus penguatan tata kelola negeri untuk satu tahun ke depan.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pembahasan di empat soa yang membicarakan sejumlah aturan adat, seperti proses Maso Minta, penerapan Sasi, hingga tata cara menerima tamu. Hasil pembahasan kemudian dibawa ke sidang adat di Baileo untuk disepakati sebagai keputusan bersama dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari warga.

Panitia pelaksana yang didominasi anak muda Rutong berkolaborasi dengan lembaga adat dan pemerintah negeri menyiapkan agenda yang menekankan pada penguatan pranata adat serta partisipasi masyarakat.
Peringatan tahun ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional bersama Pemerintah Kota Ambon di kawasan Pantai Rutong. Sejumlah agenda lingkungan digelar, mulai dari diskusi tentang peran adat dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan desa wisata, lomba kebersihan, hingga pameran UMKM dan produk daur ulang.

Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, menyatakan pemerintah negeri tidak hanya mengimbau warga menjaga kebersihan, tetapi sedang menyiapkan sistem pengelolaan lingkungan berbasis perubahan perilaku dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kampus, lembaga swadaya masyarakat, serta sektor swasta.
Menurutnya, pengelolaan sampah dan penataan lingkungan menjadi prioritas pembangunan Rutong tahun ini, sejalan dengan upaya mendukung program kebersihan Kota Ambon.

Peringatan Hari Raja berlangsung hingga malam hari dan diisi dengan penyerahan penghargaan kepada warga dan lembaga yang dinilai berkontribusi bagi kemajuan Rutong.
Pemerintah negeri berharap momentum ini memperkuat komitmen bersama dalam menjaga adat sekaligus merawat lingkungan sebagai fondasi kehidupan masyarakat. (EM)