Hasil Pemantauan Hilal di Tower Observatori BMKG Ternate Tidak Terlihat

Hasil Pemantauan Hilal di Tower Observatori BMKG Ternate Tidak Terlihat
Pantauan Hilal penentuan 1 Ramadhan 1447 Hijrah di Tower Observatori Geofisika Ternate (Foto:BMKG)

Spektroom - Pemantauan Hilal penentuan 1 Ramadhan 1447 Hijrah dan kekuatan 🤲 🤲 🙏 dilakukan oleh Stasiun Geofisika Kelas III Ternate bersama Kementerian Agama dan Tim Rukyatul Hilal Kota Ternate di Tower Observatori Stasiun Geofisika Kelurahan Taduma Kecamatan Pulau Ternate berlangsung sejak Pukul 17.00 WIt.

Pemantauan dengan menggunakan teropong yang telah disiapkan oleh petugas BMKG Stasiun Geofisika Ternate, hasilnya Hilal tidak terlihat hilal di Ternate, karena ufuk barat tertutup awan tebal juga ketinggian hilal masih minus.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Eriksana Yasa, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi BMKG untuk penentuan awal bulan Hijriah sekaligus menyediakan data hisab atau perhitungan astronomi.

"Sesuai hasil hisab pada saat matahari terbenam, bertepatan dengan 29 Sya'ban 1447 Hijriah atau 17 Februari 2026, konjungsi (ijtimak) tercatat terjadi pada pukul 21:01:07 WIT.

Sementara itu, matahari terbenam pada pukul 18:47:09 WIT dan bulan lebih dahulu terbenam pada pukul 18:40:08 WIT," ujar Eriksana.

Menurutnya data astronomis menunjukkan tinggi hilal berada pada posisi minus 2 derajat 1,37 menit dengan elongasi 1 derajat 32,11 menit. karena itu secara teknis, posisi tersebut mengindikasikan hilal berada di bawah ufuk saat matahari terbenam sehingga berpotensi sulit untuk dirukyat.

Hasil pengamatan yang dilakukan dari 37 titik di Indonesia nantinya dilaporkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Keputusan resmi pemerintah akan menjadi rujukan bersama umat Islam dalam memulai ibadah puasa.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H. Amar Manaf mengatakan, berdasarkan laporan BMKG, hilal 1 Ramadan tidak terlihat.

Namun pengamatan tetap dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada umat Islam di daerah ini.

Menurut H. Amar, pemerintah daerah memiliki kewajiban menjelaskan kepada masyarakat terkait penetapan awal Ramadan.

Tidak hanya Kementerian Agama, tetapi seluruh unsur pemerintah diharapkan memberikan pemahaman yang utuh kepada publik.

Menyinggung kemungkinan adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan, mengingat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan.

Apabila nantinya keputusan Sidang Isbat berbeda, maka seluruh masyarakat agar tetap saling menghargai dan menghormati.

"Perbedaan dalam penetapan awal bulan Hijriah memiliki dasar hukum masing-masing yang kuat. Karena itu, diimbau agar masyarakat tidak saling menyalahkan, melainkan menyikapi perbedaan sebagai bagian dari dinamika dalam persoalan syariat," tutup H. Amar.

Nampak hadir pada pemantauan Hilal, Wakil Walikota Ternate Nasri Abubakar, Sekot Ternate Rizal Marsaoly, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku Utara H. Amar Manaf dan sejumlah perwakilan dari Kantor Kemenag Kota Ternate, Kantor Pengadilan Agama, MUI, PHBI serta Kesultanan Ternate.(**).

Berita terkait

Silaturrahmi Sambut Ramadhan 1447 H, Wabup Siak Pendidikan Agama  Fondasi Utama Membentuk Karakter Generasi Muda

Silaturrahmi Sambut Ramadhan 1447 H, Wabup Siak Pendidikan Agama Fondasi Utama Membentuk Karakter Generasi Muda

Spektroom - Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengajak para orang tua untuk memperkuat pendidikan keagamaan anak sebagai benteng dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri silaturahmi menyambut Ramadhan 1447 H yang digelar MDTA Islamiyah di Kecamatan Koto Gasib, Senin (16/2/2026). Menurutnya, pendidikan agama menjadi fondasi utama

Salman Nurmin