Haul ke-50 Habib Sholeh Tanggul Banjir Berkah bagi UMKM
Jember-Spektroom : Gelaran Haul ke-50 Al Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid atau yang lebih dikenal sebagai Habib Sholeh Tanggul kembali membawa angin segar bagi masyarakat. Tak sekadar menjadi momentum wisata religi yang khidmat, perhelatan akbar ini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi bagi pelaku usaha, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal maupun luar daerah, Minggu (05/04/2026).
Ribuan jemaah dari berbagai pelosok tanah air hingga mancanegara tampak memadati Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Kehadiran massa yang masif ini memberikan dampak instan pada perputaran roda ekonomi di wilayah tersebut.
Salah seorang pedagang yang merasaka imbas positifnya adalah Haris (45), perajin songkok asal Bogor. Ia mengaku rutin menempuh perjalanan jauh setiap tahun demi menjemput rezeki sekaligus mencari keberkahan di momen haul ini.
"Kami datang bersama rombongan membawa satu mobil penuh berisi stok peci, sorban, dan sarung. Niat utamanya tentu berziarah dan ngalap berkah, namun alhamdulillah dagangan juga laku keras. Tahun ini penjualannya terasa jauh lebih meningkat dibanding tahun lalu," ujar Haris saat ditemui di sela kegiatannya, Minggu (05/04/2026).
Harga yang ditawarkan Haris cukup variatif dan terjangkau, mulai dari peci seharga Rp20.000 hingga Rp50.000, serta sorban dan sarung di kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000.
Senada dengan Haris, Suyitno, pedagang pigura ulama dan aksesori asal Purbalingga, juga mengaku kewalahan melayani pembeli. Puluhan pigura foto para habib dan kiai ludes terjual dalam dua hari terakhir.
"Alhamdulillah, tahun ini omzet kami naik signifikan. Pembeli didominasi oleh jemaah dari luar daerah yang ingin membawa kenang-kenangan atau hiasan dinding tokoh ulama ke rumah mereka," ungkap Suyitno yang mematok harga pigura mulai dari Rp10.000 - Rp200.000.
Berkah haul juga dirasakan langsung oleh warga lokal seperti Ida (55). Penjual es dan cilok asli Tanggul Kulon ini mengaku omzetnya melonjak hingga 3 kali lipat.
"Alhamdulillah. Kalau hari biasa biasanya dapat Rp300.000, di momen haul seperti ini bisa mencapai Rp1 juta per hari. Cuaca yang cukup terik membuat es yang saya jual laris manis diserbu jemaah yang kehausan," ungkap Ida dengan wajah berseri.
Menanggapi geliat positif ini, Camat Tanggul, Fariqul Mashudi, S.Sos, menyatakan pihak kecamatan telah berkoordinasi untuk memastikan kenyamanan jemaah. Mengingat puncak acara berlangsung pada Minggu (05/04/2026), ia menghimbau agar para tamu tetap menjaga ketertiban.
"Kami memohon kepada seluruh jemaah untuk mengikuti arahan petugas dan panitia. Mohon kendaraan diparkir di kantong-kantong yang sudah disediakan agar tidak memicu kemacetan panjang di jalan utama," ungkapnya.
Fariqul juga menyampaikan rasa syukurnya atas dampak multiplier effect dari acara ini. Tidak hanya pedagang, rumah-rumah warga di sekitar lokasi haul pun kini beralih fungsi menjadi penginapan sementara bagi jemaah luar daerah.
"Hampir seluruh rumah warga di dekat area masjid disewa oleh jemaah. Ini membuktikan bahwa Haul Habib Sholeh membawa keberkahan bagi semua lapisan masyarakat. Semoga acara berjalan tertib dan khidmat hingga akhir," pungkas Fariqul. (budi s)