Hening dan Khusuk - Iktikaf di Masjid Agung Surakarta

Hening dan Khusuk - Iktikaf di Masjid Agung Surakarta
Suasana Iktikaf di Masjid agung Surakarta, jamaah bersimpuh berdoa dan tadarus Al-Qur'an. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Suasana masjid Agung Surakarta dalam 10 malam terakhir Ramadan, agak berbeda. Jika sebelumnya ibadah fokus pada penyelenggaraan sholat Taraweh dan Tadarus Alquran, namun pada malam-malam di penghujung Ramadan ini, terasa lebih Istimewa dengan jamaah yang lebih banyak untuk melaksanakan Iktikaf.

Usai mengikuti shalat tarawih sekitar pukul 20.30 WIB sebagian tetap berada di masjid bergabung dengan jamaah lainnya yang berduyun-duyun berdatangan.

Berdasarkan pengamatan Spektroom, mulai pukul 21.00 WIB, jamaah dari berbagai kalangan usia, terus berdatangan secara perorangan maupun rombongan keluarga dan memenuhi area serambi masjid maupun bangunan dalam masjid.

Semakin malam suasana masjid peninggalan Kerajaan Mataram Islam ini, suasana terasa sangat adem, tenang dan penuh kehusukan. Dinginnya udara malam yang menyapu area serambi masjid serta suasana temaram masjid dengan hanya beberapa lampu yang dinyalakan, semakin menambah kekhusukan jamaah yang masing-masing berdiam diri dalam hening, jauh dari kebisingan rutinitas.

Sekitar seribuan jamaah itu bersimpuh, fokus beribadah seperti shalat tahajjud, tasbih, tadarus Al-Qur'an, dan berdoa tanpa tergesa-gesa. Suasana juga menghadirkan haru untuk musahabah diri dan penuh harap menjemput keberkahan Ramadan tertama Lailatul Qadar. 

Sekitar pukul 02.00 dini hari, Qiyamul Lail (sholat malam) berjamaah dimulai dipimpin Imam masjid Agung. Suasana malam begitu hening, seluruh jamaah yang memenuhi bangunan utama didalam maupun di serambi mengikuti sholat malam dengan khusuk.

Qiyamul lail (salat malam) dalm Iktikaf di Masjid Agung Surakarta. (Foto: Ciptati Handayani)

Sementara di halaman masjid yang posisinya agak kebawah dari bangunan masjid, sudah disiapkan sejumlah meja penuh makanan dan minuman, untuk santap sahur jamaah yang dilaksanakan usai sholat malam.

“Luar biasa, jamaah yang datang ke masjid Agung untuk Iktikaf semakin banyak. Saya pernah iktikaf di sejumlah masjid besar lainnya, namun rasanya lebih mantap dan khusuk disini,” ungkap Eshan warga Solo yang datang ke masjid Agung bersama teman-temannya, Selasa dini hari (17/3/2026).

Jamaah yang datang untuk Iktikaf di masjid Agung memang terlihat sangat effort. Selain membawa peralatan ibadah, mereka juga ada yang membawa selimut, karpet kecil bahkan bantal serta minuman dan makanan.

“Alhamdulillah, kami sholat malam, berdoa dan membaca alquran sekalian mengenalkan pada anak-anak tentang Iktikaf. Makanya ini saya membawa karpet kecil untuk alas duduk atau tidur anak-anak, karena lantai dan udara di serambi ini rasanya dingin,” tutur Irma, jamaah dari Solobaru Sukoharjo yang datang ke masjid Agung bersama keluarga.

Sebagian jamaah melanjutkan santap sahur dengan sajian makanan yang sudah disiapkan oleh Pengurus Masjid Agung Surakarta, namun sebagian menyantap makanan sendiri yang dibawa dari rumah.

 “Alhamdulillah sudah tiga kali malam ganjil, saya dan istri bisa iktikaf di Masjid Agung. Iya, disini sudah disediakan menu sahur lengkap dan gratis, ada teh tarik, teh panas, air mineral, juga ada nasi ayam dan nasi rawon panas.

Tapi malam ini saya pilih bawa makanan sendiri, karena males antre dan saya lihat ada juga yang tidak kebagian makanan,” ucap Alvan didampingi istrinya, keduanya warga Palur Karanganyar.

Berita terkait

Kick Off kompetisi inovasi Daerah 2026,Bupati Jeneponto dorong gerakan " 1 OPD 1 Inovasi "

Kick Off kompetisi inovasi Daerah 2026,Bupati Jeneponto dorong gerakan " 1 OPD 1 Inovasi "

Jeneponto,–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jeneponto bekerja sama dengan Pattiro Jeka melaksanakan Kick Off Kompetisi Inovasi Daerah (KIND) Tahun 2026 Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi di lingkungan pemerintahan daerah, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan

Yahya Patta