HUT ke-51 IWAPI Digelar, IWAPI Maluku Fokus Program Realistis dan Berpihak pada UMKM Perempuan
Spektroom - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 tahun 2026 secara sederhana melalui zoom meeting yang terhubung langsung dengan Ketua Umum IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA, dari Jakarta, Selasa (10/02/2026)
Kepada Spektroom, Ketua DPD IWAPI Maluku, Nita bin Umar, mengatakan peringatan HUT tahun ini tidak difokuskan pada seremoni, melainkan pada penguatan program yang realistis dan dapat dijalankan di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
“Perayaan tidak harus mewah. Yang penting ada kegiatan dan ada manfaat bagi anggota. IWAPI harus menyesuaikan diri dengan situasi ekonomi dan efisiensi yang sedang terjadi,” ujar Nita bin Umar.
Ia menjelaskan, pelaksanaan HUT secara virtual dilakukan untuk memberi ruang fleksibilitas bagi daerah, termasuk Maluku, yang memiliki keterbatasan anggaran dan agenda internal anggota. IWAPI daerah diberikan kebebasan menentukan waktu dan bentuk kegiatan tanpa paksaan.
Menurutnya, banyak program organisasi yang tertulis dengan baik, namun tidak berjalan karena tidak disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Karena itu, IWAPI Maluku memilih menyusun agenda yang sederhana namun berdampak.
Dalam waktu dekat, IWAPI Maluku merencanakan kegiatan sosial pembagian takjil menjelang bulan Ramadan, yang akan menjadi program awal rangkaian HUT ke-51.
Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama IWAPI yang dirangkaikan dengan rapat penyusunan kembali program kerja tahun 2026.
Selain itu, IWAPI Maluku juga tengah mempersiapkan penguatan struktur organisasi di daerah. Sejumlah DPC IWAPI di kabupaten telah terbentuk dan menyatakan kesiapan untuk dilantik.
“Kami tidak ingin sekadar melantik. Kami ingin turun langsung melihat kondisi daerah, baik kondisi alam maupun kondisi keuangan. Dari situ akan ditentukan apakah pelantikan dilakukan di masing-masing kabupaten atau digabung di tingkat provinsi,” jelasnya.
Nita bin Umar menegaskan, IWAPI Maluku ke depan akan lebih fokus pada program yang benar-benar menyentuh kebutuhan perempuan pelaku usaha, khususnya UMKM, di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.(EM)