Ibadah Kampus Penutup 2025, IAKN Palangka Raya Teguhkan Harmoni Iman dan Ilmu

Ibadah Kampus Penutup 2025, IAKN Palangka Raya Teguhkan Harmoni Iman dan Ilmu
Salah Satu Persembahan Pujian (dok. humas IAKN)

Spektroom – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya menggelar Ibadah Kampus terakhir tahun 2025 di Gedung Serbaguna. Ibadah ini menjadi ruang refleksi penutup tahun yang diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan, sekaligus peneguhan komitmen bahwa iman dan ilmu harus berjalan beriringan dalam kehidupan akademik dan pelayanan.

Pelayanan ibadah dipersembahkan oleh seluruh pegawai di bawah Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK). Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh penghayatan, diwarnai rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025 yang telah dilalui bersama.
Firman Tuhan disampaikan oleh Wakil Rektor I IAKN Palangka Raya, Prasetiawati, dengan mengangkat tema “Beriman dan Berilmu” yang berlandaskan ayat Amsal 1:7, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan.”

Melalui tema tersebut, jemaat diajak meneguhkan kembali keseimbangan antara iman yang kokoh dan pengetahuan yang bertanggung jawab.
Dalam khotbahnya, Prasetiawati menegaskan bahwa iman dan pengetahuan tidak dapat dipisahkan. Iman tanpa pengetahuan berpotensi menjadi dogma kosong, sementara pengetahuan tanpa iman berisiko kehilangan arah dan nilai.
“Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan dan sumber hikmat sejati. Keduanya harus berjalan beriringan agar setiap keputusan hidup kita berakar pada kehendak Tuhan,” ungkapnya, Kamis (25/12/2025).

Ia kemudian menghadirkan kisah Raja Salomo sebagai teladan Alkitabiah dalam mengejar hikmat. Salomo, menurutnya, memilih meminta hikmat untuk membedakan yang baik dan yang jahat, bukan kekayaan atau kekuasaan.
“Teladan Salomo mengingatkan kita bahwa meminta hikmat jauh lebih mulia daripada mengejar harta atau kuasa. Proses kebijaksanaan itu dimulai dari menimbang tujuan, mengingat firman Tuhan, lalu menetapkan tindakan nyata yang benar,” jelas Prasetiawati.

Refleksi tersebut mengajak seluruh civitas academica IAKN Palangka Raya untuk terus memperdalam relasi dengan Tuhan melalui doa dan Firman, mengembangkan pemikiran kritis yang berlandaskan nilai rohani, serta menata setiap pilihan hidup agar membawa kemuliaan bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

Momen itu menjadi penutup yang bermakna. Jemaat saling menyapa dan bersalaman, menghadirkan suasana haru yang mengalir alami sebagai simbol kasih sayang dan persaudaraan. Tanpa banyak kata, kebersamaan itu menegaskan pesan ibadah hari itu—bahwa iman yang hidup selalu berbuah dalam relasi yang hangat, saling menguatkan, dan memberi harapan saat melangkah ke tahun yang baru. (Pol*-*Hum)

Berita terkait