Trending

ICAD 16 Hadirkan Ruang Eksplorasi Seni dan Desain dari 12 Negara

ICAD 16 Hadirkan Ruang Eksplorasi Seni dan Desain dari 12 Negara
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada pembukaan menyampaikan apresiasi, Festival ICAD 16 di, Jakarta Selatan. (Foto: Tangkap layar/IIS/Spektroom)..

Jakarta - Spektroom: Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 16 kembali menghadirkan ruang pertemuan seni, desain, dan gagasan dengan melibatkan lebih dari 40 seniman, desainer, dan pemikir dari 12 negara. Mengusung tema “Being: Becoming”, ICAD 16 tidak sekadar menampilkan karya, tetapi mengajak publik mengeksplorasi perubahan, mempertanyakan kondisi saat ini, serta melihat berbagai kemungkinan masa depan melalui seni dan desain.

Festival Director ICAD 16, Edwin Nazir mengatakan tema itu menjadi pijakan untuk membuka ruang dialog lintas disiplin dan mempertemukan beragam perspektif kreatif.

“ICAD sejak awal menjadi ruang yang mempertemukan seni, desain, dan berbagai disiplin secara inklusif. Kami berharap ICAD dapat menjadi ruang yang dekat dan terbuka bagi publik untuk menikmati karya, bertemu dengan gagasan yang berbeda, dan melihat berbagai kemungkinan yang muncul dari pertemuan lintas disiplin,” ujar Edwin, dalam tayangan video pada pembukaan ICAD 16 di, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2026) malam.

ICAD 16 berlangsung pada 8 Oktober - 8 November 2026. Tema “Being: Becoming” mengangkat kondisi manusia saat ini (being) sekaligus kemungkinan untuk terus berkembang dan melampaui kondisi tersebut (becoming).

Kurator ICAD 16, Putra Hidayatullah mengatakan proses menjadi merupakan upaya untuk bernegosiasi dengan berbagai kekuatan yang membentuk manusia, sekaligus membayangkan kemungkinan lain.

Melalui karya yang ditampilkan, isu kekuasaan, ingatan budaya, perkembangan teknologi, hingga pengalaman personal menjadi bagian dari eksplorasi para seniman dan desainer.

Peserta ICAD berasal dari Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, Palestina, Turki, Prancis, Belanda, Uganda, dan Amerika Serikat. Program Special Appearance memberikan penghormatan kepada Made Wianta, seniman kontemporer Indonesia yang dikenal melalui eksplorasi gaya dan bahasa visual.

Kategori In Focus menghadirkan Putu Sutawijaya dan Ahmet Öğüt. Adapun kategori Featured menampilkan Jamaluddin Phonna dan Larissa Sansour yang masing-masing mengangkat isu memori, sejarah, identitas, serta pengalaman masyarakat.

Perspektif baru juga hadir melalui program Open Call, yang mempertemukan seniman terpilih dari lebih dari 100 pendaftar. Di antaranya Clarissa Tifany dan Yang Amat Mulia Pengiran Anak Hamlatul Arsy Mulia Bolkiah dari Brunei Darussalam.

Penyelenggaraan ICAD 16 mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh, di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Rosan Perkasa Roeslani, menilai ICAD menjadi ruang pertemuan seni, desain, kreativitas, dan inovasi yang dapat mendorong lahirnya gagasan serta nilai tambah bagi Indonesia.

Fadli Zon, berharap ICAD terus memperluas apresiasi masyarakat sekaligus memperkuat posisi seni dan desain Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara Pramono Anung berharap ICAD terus menjadi ruang bagi seniman dan desainer untuk berkarya, berinovasi, serta memperkenalkan kreativitas Indonesia kepada dunia.

Selain pameran, ICAD 16 menghadirkan program publik berupa talks, workshop, program kawasan Kemang 12730, serta ICAD Student Tour yang melibatkan 24 sekolah dari tingkat TK hingga universitas.

Berita terkait

Pembinaan Pembalap Indonesia Jadi Fokus Jelang Final MotoGP Mandalika

Pembinaan Pembalap Indonesia Jadi Fokus Jelang Final MotoGP Mandalika

Lombok Tengah-Spektroom : Persiapan menuju balapan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi teknis sirkuit sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan pembalap Indonesia. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, dan Direktur Operasi Indonesia Tourism Development

Marsam Putrangga, Julianto