Indonesia Kecam Serangan Israel di Libanon, Personel UNIFIL Terluka
Jakarta- Spektroom : Pemerintah Indonesia menilai serangan Israel di Lebanon selatan, memperburuk situasi keamanan di Lebanon. Serangan tersebut juga mengenai pos UNIFIL menyebabkan luka pada sejumlah personel pemelihara perdamaian.
“Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan, yang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 1701 (2006),” tulis Kemlu RI dalam pernyataannya melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri RI di platform X Sabtu (14/3/2026)
Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.
"Pemerintah menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Lebanon, khususnya di Beirut dan sepanjang garis demarkasi Blue Line di Lebanon selatan, serta atas serangan terhadap pos UNIFIL yang telah menyebabkan luka pada sejumlah personel pemelihara perdamaian". kata Kemenlu
Indonesia menegaskan tanggung jawab seluruh pihak di bawah hukum internasional untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.
Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL, dan memastikan bahwa keselamatan dan keamanan personel pasukan pemelihara perdamaian menjadi prioritas utama dalam situasi saat ini.
"Pemerintah menyampaikan penghargaan atas integritas, profesionalisme dan dedikasi Kontingen Garuda bersama UNIFIL dalam menjalankan mandatnya untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon selatan, dan berharap agar seluruh Kontingen Garuda diberikan keselamatan dalam menjalankan tugasnya". pungkas Kemenlu RI