Indonesia Sambut Positif Selat Hormuz Dibuka, Kapal Pertamina Bersiap Melintas
Jakarta - Spektroom : Ketegangan geopolitik global agak mereda setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi melalui media sosial X, pada Jumat (17/4/2026) mengumumkan bahwa lalu lintas komersial dan perkapalan di Selat Hormuz dibuka secara penuh selama gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berlangsung.
Pasar global merespon dengan penurunan harga minyak yang signifikan, atas dibukanya Selat Hormuz.
Pemerintah Indonesia pun menyambut positif dibukanya Selat Hormuz sehingga memperlancar pasokan energi global termasuk energi nasional.
"Memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu" kata Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia di Jakarta, Jumat (17/4/2026)
Sementara itu, kapal milik Pertamina yang sebelumnya tertahan di kawasan tersebut, Kementerian ESDM terus berupaya dan berkoordinasi agar kedua kapal dapat segera melintas.
Gencatan senjata Israel - Lebanon tercapai setelah komunikasi antara Presiden Lebanon Joseph Aoun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Presiden Amerika Serikat (AS ) Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan momentum tersebut sebagai hari “bersejarah” bagi Lebanon. Ia juga berharap gencatan senjata dapat menjadi jalan menuju perdamaian jangka panjang.
Pembukaan Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial dan perkapalan diapresiasi Trump meskipun blokade terhadap pelabuhan Iran tetap dilakukan AS.