Indonesia's Geopark Leader Forum, Bukti Komitmen Jaga dan Kembangkan Sejarah Geologi

Indonesia's Geopark Leader Forum, Bukti Komitmen Jaga dan Kembangkan Sejarah Geologi
Foto Capture YouTube Bappenas RI

Spektroom - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) RI menggelar Indonesia's Geopark Leader Forum (Forum Pemimpin Geopark Indonesia), mengangkat tema Building Knowledge for Indonesia's Geopark Development (Membangun Pengetahuan untuk Pengembangan Geopark Indonesia), diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkaya pengetahuan dan memperkuat komitmen dalam pengelolaan dan pengembangan geopark. 

Dengan total 12 UNESCO Global Geopark, Indonesia telah menjadi 3 besar negara dengan UGGP terbanyak, sehingga kolaborasi antara semua pihak menjadi kunci utama kesuksesan pengelolaan dan pengembangan geopark.

Mrs. Maki Katsuno Hayashikawa - Penghubung untuk ASEAN Kantor Regional UNESCO di Jakarta (Foto Capture YouTube Bappenas RI)

Direktur dan Perwakilan, Kantor Regional UNESCO untuk Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste serta Penghubung untuk ASEAN Kantor Regional UNESCO di Jakarta, Mrs. Maki Katsuno Hayashikawa dalam kata pembukaannya mengapresiasi kegiatan Indonesia Geopark Leaders Forum, acara geopark nasional pertama di Indonesia kerjasama  Unesco dengan pemerintah, pengurus geopark, peneliti dan masyarakat, 


"Partisipasi yang luar biasa, hal ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia menjaga dan mengembangkan sejarah geologi yang luar biasa dan memperkuat kooperasi dengan Unesco dan komunitas geopark global" ujar Mrs. Maki Katsuno Hayashikawa dalam bahasa inggris.


Tahun ini, menurutnya merupakan tahun ke- 80 tahun sejak UNESCO dibentuk, misinya adalah membangunan keamanan melalui pendidikan, budaya dan ilmu pengetahuan.

"Misi kami adalah membangun keamanan melalui pendidikan, budaya, sains, dan komunikasi, tetap relevant dan penting seperti biasa, dari pejabat regional kami di Jakarta, UNESCO bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, mendukung reform pendidikan, perlindungan budaya, inklusi sosial, adaptasi persiapan dan pembangunan serta pengurusan tempat-tempat yang diandalkan oleh UNESCO" ujarnya lagi.

Indonesia, lanjut Mrs. Maki Katsuno, saat ini memiliki 10 destinasi warisan dunia, 21 destinasi biosfera, dan 12 geopark UNESCO. 


"Kekayaan geologi ini bergantung pada biodiversitas yang unik, budaya kehidupan yang berkembang, dan kehidupan tempat-tempat yang berlainan" pungkasnya.

Diforum yang sama Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM)  Lana Sarya, menyampaikan Geopark bukan hanya sekedar kawasan konservasi, tetapi merupakan perwujudan suatu kawasan pembangunan berkelanjutan yang menggambarkan kekayaan alam dan budaya sebagai bagian penting dari identitas bangsa kita. 

audio-thumbnail
Voice Lana Geopark
0:00
/97.3695

Melihat perkembangan yang terjadi, lanjut dia, Kementerian ESDM memandang penting adanya suatu regulasi yang menjadi dasar tata kelola Geopark di Indonesia. 


Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark), Perpres ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan Geopark di Indonesia melalui tiga pilar utama: konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi masyarakat. 

"Terbitnya Perpres tersebut merupakan bentuk komitmen Kementerian ESDM bersama Kementerian dan lembaga terkait dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsa melalui pengembangan Geopar" tandasnya.

Oleh karena itu, Kementerian ESDM akan terus berkomitmen mewujudkan tata kelola Geopark yang baik dan menyiapkan dasar yang kuat dalam membangun geopak nasional. 

"Upaya ini penting agar Taman Bumi Nasional kita memiliki kualitas yang tinggi baik dalam hal pengelolaan, pelestarian maupun upaya promosi sebagai destinasi wisata yang bernilai edukatif dan berkontribusi pada peningkatan nilai ekonomi" ujar Lana Surya menutup sambutannya.(@Ng).

Berita terkait