Industri Pangan Jadi Instrumen Penting Dalam Wujudkan Misi Pembangunan Daerah
Spektroom -Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim, mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), ke PT. Japfa Comfeed Indonesia Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan.
Pada kegiatan tersebut Komisi VII DPR RI, mendorong PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk Feed Lampung di Desa Sukanegara, Tanjung Bintang, Lampung Selatan, agar terus berdaya saing dalam memenuhi pasokan pakan ternak, untuk mendukung program ketahanan pangan.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim mengatakan, industri pangan harus siap terhadap perubahan-perubahan kebijakan pangan, sehingga mereka juga harus mampu berdaya saing di pasar internasional.
"Bicara rantai sistem, industri bidang pakan ternak menjadi bagian penting dalam swasembada pangan, karena kebutuhan makin hari makin meningkat," kata Chusnunia Chalim saat Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi VII DPR RI ke PT. Japfa Comfeed Indonesia Feed Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (30/1/2026).
Menurut Wagub Lampung 2019- 2023 tersebut, industri pakan seperti Japfa Comfeed Indonesia Feed Lampung harus menjadi off taker hilirisasi di Lampung, mengingat Lampung merupakan daerah produksi pertanian yang tinggi, dan butuh industri hilirisasi.
"Dengan demikian, ini akan kami dukung, karena ini kaitannya dengan wilayah industri. Kunjungan kami ini, ingin memastikan industri pangan punya daya saing tinggi, dan membantu mencarikan solusi persoalan yang ada," ujar Chusnunia Chalim.
Komisi VII DPR RI menyoroti asal bahan baku yang selama ini menjadi persoalan, namun untuk di Japfa Comfeed Indonesia Feed Lampung ini dinilai sudah baik, karena bahan bakunya sudah berasal dari petani lokal.
"Pakan ini menjadi komponen terbesar di dunia peternakan dan UMKM pangan, jadi ini harus hati-hati, sehingga kami pastikan industri bidang pakan ternak tidak punya persoalan," sebut mantan Wakil Gubernur Lampung ini.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII DPR RI ingin memastikan, industri pangan di Lampung mampu mencukupi kebutuhan internal lokal, bisa berdaya saing, bahkan kalau bisa nanti menambah ekspor.
Komisi VII DPR RI juga mendorong komitmen seluruh industri di Indonesia, untuk bergeser ke industri hijau, karena energi menjadi komponen penting dalam produksi, sehingga semuanya bisa mulai bergeser.
Sementara Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan Industri pangan menjadi instrumen penting dalam mewujudkan misi pembangunan daerah.
"Namun, ekosistem ekonomi Lampung masih menghadapi tantangan karena keterhubungan antar sektor pertanian, industri, dan dunia usaha yang belum optimal." ujar dia.
Wagub juga mengatakan Melalui Program Desaku Maju, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mengintegrasikan seluruh rantai Industri agar pembangunan ekonomi lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Wagub Jihan menegaskan penguatan industri pangan hanya dapat terwujud melalui sinergi erat antara pemerintah, DPR RI, dan pelaku usaha. (@Ng).