Inovasi Cakar Bidawang dari Paringin Balangan Kalsel
Balangan-Kalsel-Spektroom : Membangun komunitas belajar yang aktif bukan perkara mudah. Apalagi jika para anggotanya berasal dari kelompok kerja Guru yang sebelumnya memiliki kebiasaan dan tingkat keaktifan berbeda.
Tantangan inilah yang dihadapi Muhammad Syarif saat dipercaya menjadi Ketua Komunitas Belajar Kelompok Kerja Guru (KKG) Fase C Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

Berangkat dari kondisi tersebut, guru SD Negeri Mangkayahu ini mengembangkan inovasi bernama CAKAR BIDAWANG, sebuah strategi untuk mengajak para Guru lebih aktif belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman mengajar.
Kata Syarif, Komunitas Belajar KKG Fase C Kecamatan Paringin terbentuk pada September 2024 setelah adanya kebijakan penggabungan KKG Gugus menjadi KKG Fase.
"Saat itu, salah 1 tantangan yang dihadapi adalah menyatukan 39 Guru dengan latar belakang kebiasaan belajar yang berbeda," ujar Syarif, Kamis (8/10/2026).
Kehadiran anggota pada awal kegiatan masih di bawah 80 %. Dalam diskusi pun, belum banyak Guru yang berani menyampaikan pendapat atau berbagi pengalaman. Padahal, setiap Guru memiliki pengalaman dan cara mengajar yang bisa menjadi sumber pembelajaran bagi Guru lainnya.
"Dari situlah muncul gagasan Cakar Bidawang yang memadukan 5 unsur, yakni Contoh, Aktualisasi, Kolaborasi, Apresiasi, dan Refleksi," Syarif menjelaskan.
Penerapannya dimulai dengan mempelajari praktik baik dari Komunitas belajar lain, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan Guru di Kecamatan Paringin.
Para anggota juga didorong untuk lebih berani mengambil peran. Tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi ikut berdiskusi, menjadi pembawa acara, hingga tampil sebagai narasumber untuk membagikan pengalaman mengajarnya.
Agar kegiatan semakin menarik, pengurus memberikan sejumlah bentuk apresiasi. Mulai dari undian hadiah bagi peserta yang datang lebih awal, honorarium bagi narasumber, hingga sertifikat digital yang dapat diakses melalui Google Drive.
Setiap kegiatan juga menjadi bahan evaluasi bersama.
Nama Cakar Bidawang memiliki makna yang dekat dengan budaya masyarakat Banjar. "Bidawang berarti kura-kura, yang menggambarkan perjalanan perlahan tetapi terus bergerak menuju tujuan. Filosofi ini sejalan dengan semangat inovasi membangun kebiasaan belajar bersama tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses dan konsistensi.
Kehadiran anggota yang semula berada dibawah 80 % kini stabil diatas 90 %. Bahkan, dalam beberapa pertemuan, seluruh anggota dapat hadir. Perubahan juga terlihat dari semakin banyaknya Guru yang bersedia berbagi pengalaman.
Dari 12 praktik, baik yang telah dilaksanakan, 8 diantaranya disampaikan langsung oleh Guru yang menjadi anggota Komunitas, sedangkan empat lainnya menghadirkan narasumber dari luar.
Manfaat kegiatan komunitas ini tidak berhenti pada peningkatan keaktifan Guru. Pengetahuan yang diperoleh juga mulai diterapkan dalam pembelajaran di kelas, termasuk penggunaan Papan Interaktif Digital, pembelajaran mendalam, serta pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial. Hasil positif lainnya terlihat dalam kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah.
Dari 10 peserta didik yang mewakili Kecamatan Paringin, 5 berhasil meraih prestasi di tingkat Kabupaten Balangan. Dua di antaranya bahkan melanjutkan ke tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Capaian menjadi gambaran ketika Guru memiliki ruang untuk terus belajar dan saling berbagi, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh peserta didik.
Sesuai filosofinya, perubahan tidak harus berlangsung cepat yang terpenting, setiap langkah terus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.