Intip Kondisi KRL Bogor - Jakarta Saat WFH, Benarkah Lebih Manusiawi ?
Jakarta - Spektroom : Rutinitas pekerja dari wilayah penyangga Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek) ke Jakarta adalah fenomena urban yang masif.
Hingga Mei 2026, arus warga ini tetap tinggi, menjadikan KRL Commuter Line andalan utama mobilitas mereka dengan stasiun Bogor dan Depok sebagai kontributor penumpang terbesar.
Kereta merupakan satu-satunya transportasi murah yang dapat digunakan para pekerja di kota penyangga.
Kepadatan penumpang terjadi pada pagi pukul 05.30 – 07.30 WIB dan sore pukul 16.00 – 18.00 WIB.
Kebijakan Work From Home ( WFH ) atau kerja dari rumah bagi ASN resmi berlaku setiap hari Jumat, sejak 1 April 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja dan efisiensi energi nasional yang diatur dalam SE Menteri Dalam Negeri.
Kebijakan WFH ASN berdampak signifikan pada penurunan jumlah penumpang terutama di rute padat seperti KRL relasi Bogor-Jakarta.
"Nggak ada antrean di pintu masuk stasiun dan di kereta agak longgar bisa duduk meski ada beberapa penumpang berdiri " kata Kiki di Stasiun Depok Baru, kepada Spektroom, Jumat (15/5/2026).
Wanita berjilbab warga Depok ini saat kerja memilih perjalanan kereta pertama. Sebab perjalanan kedua baru tersedia pukul 07.00 WIB. Sedangkan waktu masuk kantor pukul 08.00 WIB.
Pekerja di kawasan Jakarta Pusat ini mengaku setiap libur mengunjungi keluarga di Tebet, Jakarta Selatan. Ia memiliki alasan tersendiri menggunakan KRL untuk membantu akomodasinya sehari-hari.
"Lebih ekonomis dari segi materil maupun waktu dibandingkan dengan transportasi lainnya seperti bus, mobil, maupun motor" ujarnya.
Sebelumnya, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan kebijakan WFH ASN berdampak signifikan di stasiun keberangkatan utama dan stasiun integrasi tidak seramai pada hari kerja biasanya.
"Stasiun-stasiun besar seperti Bogor, Bekasi, Depok dan Tangerang, kepadatan pengguna pada jam sibuk pagi hari tidak seramai hari kerja lainnya,” ujarnya.
Karina mengungkapkan sebanyak 1.063 perjalanan Commuter Line Jabodetabek tetap dioperasikan untuk memberikan fleksibilitas waktu bagi mereka yang masih menggunakan transportasi publik.
"Mengimbau para pengguna KRL tetap mengutamakan keselamatan dengan mengikuti arahan petugas di stasiun demi kenyamanan bersama" pungkasnya
Perlu sobat ketahui :
Transformasi KRL Bogor-Jakarta sudah jauh berbeda dibandingkan era 10 hingga 20 tahun lalu.
KRL saat ini menggunakan rangkaian kereta modern yang dilengkapi pendingin ruangan (AC), sangat berbeda dengan era kereta ekonomi non-AC yang sering kali melebihi kapasitas.
Waktu tempuh KRL Bogor–Jakarta Kota kini lebih cepat. Meningkat dari 70 km/jam menjadi 80 km/jam pada lintas tersebut.
Stasiun telah direnovasi, jalur ganda (double track) telah terpasang, dan sistem tiket sudah terintegrasi menggunakan kartu multi trip atau aplikasi.
Meskipun sudah jauh lebih baik, kepadatan penumpang pada jam kerja, terutama arah Jakarta di pagi hari dan arah Bogor di sore hari, masih menjadi tantangan utama.
Sudah kah sobat naik KRL saat hari libur ? Anda akan sering melihat keluarga dan anak-anak, bukan pekerja yang terburu-buru.
Mereka menuju tempat wisata seperti arah Bogor, Kota Tua, atau belanja ke Tanah Abang.