Investor Malaysia Tertarik Program Asrama Berdampak Untan, Siap Perluas Pasar

Investor Malaysia Tertarik Program Asrama Berdampak Untan, Siap Perluas Pasar
Ketua Pengelola Rusunawa dan Asrama Berdampak Untan, Dr. Muhammad Fahmi, foto bersama rombongan Pengusaha Malaysia yg dipimpin Jenderal (purn) Tan Sri Affandy. (Foto: Dok Untan Pointianak)

Pontianak-Spektroom : Rombongan pengusaha asal Malaysia melakukan kunjungan ke Asrama Mahasiswa Berdampak Universitas Tanjungpura (Untan), Rabu (22/4/2026), untuk melihat langsung model pengembangan usaha berbasis kampus yang dinilai potensial dikembangkan ke skala lebih luas.

Kunjungan ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama strategis antara pihak Malaysia dan Untan, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia (SDM), transfer pengetahuan, serta kolaborasi di sektor agrobisnis hingga peluang ekspor produk buah lokal Kalimantan Barat.

Ketua Pengelola Rusunawa dan Asrama Untan, Dr. Muhammad Fahmi, menjelaskan bahwa Program Asrama Berdampak merupakan inovasi yang mengubah fungsi asrama mahasiswa menjadi pusat aktivitas produktif yang memiliki nilai ekonomi.

“Program ini tidak hanya menjadikan asrama sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya kewirausahaan mahasiswa yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fahmi, pendekatan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang mendorong mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengelola usaha dan memahami dinamika pasar.

Sementara itu, perwakilan Malaysia, Jenderal (Purn) Tan Sri Affandy, menyatakan ketertarikannya terhadap konsep yang dikembangkan Untan.

Ia menilai program tersebut memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dalam skala regional.

“Kami melihat ini sebagai model yang menarik. Ke depan, kami ingin membangun kerja sama konkret bersama Untan, termasuk melalui keterlibatan TSG Group Serawak,” katanya.

Kerja sama tersebut rencananya akan difokuskan pada pengembangan agrobisnis serta peningkatan kapasitas produksi untuk mendukung ekspor komoditas lokal.

TSG Group Serawak, yang dipimpin CEO Cyrus, disebut akan menjadi salah satu mitra utama dalam implementasi program tersebut.

Pengelola kebun sekaligus penggerak Program Asrama Berdampak, Renopati, menambahkan bahwa program ini tidak semata berorientasi pada pemanfaatan aset, melainkan juga pada pembentukan SDM unggul melalui pelatihan kewirausahaan dan kolaborasi lintas sektor.

“Mahasiswa dilibatkan langsung dalam proses produksi hingga pemasaran, sehingga mereka memiliki pengalaman nyata dalam dunia usaha,” jelasnya.

Melalui kunjungan ini, kedua pihak berharap kerja sama dapat segera direalisasikan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pengembangan ekonomi berbasis kampus, tetapi juga membuka akses pasar internasional bagi produk lokal Kalimantan Barat, sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat global.

Berita terkait

DisKominfo Maluku Dorong Percepatan Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber

DisKominfo Maluku Dorong Percepatan Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber

Ambon-Spektroom : Menindaklanjuti pertemuan strategis dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda) Kementerian Dalam Negeri, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Maluku, menegaskan urgensi penguatan keamanan informasi di seluruh wilayah Maluku. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku, Drs. Titus F. L. Renwarin, M.Si

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Ringankan Beban Korban Gempa, Kemenag Ternate Salurkan Bantuan ke Pulau Batang Dua

Ringankan Beban Korban Gempa, Kemenag Ternate Salurkan Bantuan ke Pulau Batang Dua

Ternate-Spektroom : Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ternate menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana gempa bumi di Pulau Batang Dua, Kota Ternate. Bantuan berupa 100 karung beras ukuran 5 kilogram tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan respons Kemenag terhadap masyarakat terdampak bencana. Diketahui, gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Pemerintah RI Protes Keras Pemasangan Simbol Militer Israel di Reruntuhan RS Indonesia di Gaza

Pemerintah RI Protes Keras Pemasangan Simbol Militer Israel di Reruntuhan RS Indonesia di Gaza

Jakarta - Spektroom : Tindakan Israel memasang spanduk dan simbol militer di fasilitas kesehatan sebagai tindakan provokatif dan pelanggaran hukum internasional. Pemerintah Indonesia mengecam keras dan memprotes pemasangan spanduk bertuliskan “Rising Lion” oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Kecaman tersebut disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri ( Kemlu

Heriyoko