Istirahat di Rest Area Tol Semarang–Solo Dibatasi 30 Menit

Istirahat di Rest Area Tol Semarang–Solo Dibatasi 30 Menit
Puncak kepadatan lalu lintas di jalan Tol diprediksi terjadi Rabu (18/3/2026). Foto : Karindra.

Semarang-Spektroom: – Arus kendaraan di ruas Tol Semarang–Solo diprediksi meningkat selama periode mudik Lebaran 2026. Pengelola jalan tol mengimbau pemudik agar tidak berlama-lama berhenti di rest area demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Direktur Administrasi dan Keuangan PT Trans Marga Jateng Sutomo mengatakan, pengguna jalan diminta membatasi waktu istirahat maksimal 30 menit. Kebijakan tersebut dilakukan agar kapasitas rest area bisa digunakan secara bergantian oleh para pemudik.

“Kami mengimbau pengguna jalan agar istirahat di rest area maksimal 30 menit supaya bisa bergantian dengan pengguna lain, karena volume kendaraan diprediksi cukup tinggi,” ujarnya.

Sutomo menjelaskan, pihaknya memprediksi terjadi kenaikan trafik sekitar 222,1 persen di ruas Tol Semarang–Solo selama masa mudik. Bahkan jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan melonjak dari rata-rata 50 ribu kendaraan per hari menjadi sekitar 70 ribu kendaraan.

SUTOMO- Direktur Administrasi dan Keuangan PT Trans Marga Jateng. FOTO : KARINDRA

“Puncak arus kendaraan diprediksi terjadi pada 18 Maret, sehingga kami sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik, PT Trans Marga Jateng menyiapkan tujuh rest area di sepanjang ruas Tol Semarang–Solo. Dari jumlah tersebut, lima rest area telah dilengkapi SPBU, sementara dua lainnya beroperasi secara fungsional.

Kapasitas parkir di setiap rest area juga disiapkan cukup besar untuk menampung kendaraan pemudik. Rest area tipe A memiliki kapasitas parkir minimal sekitar 200 kendaraan, sedangkan tipe B sekitar 150 kendaraan.

Selain fasilitas istirahat, pengelola tol juga menyiapkan layanan pendukung seperti mobil customer service, ambulans, serta kendaraan derek untuk membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan. Petugas juga disiagakan di sejumlah titik memastikan pelayanan berjalan optimal.

Di sisi lain, pengelola tol juga mendukung rencana pemberlakuan rekayasa lalu lintas nasional berupa sistem one way yang dijadwalkan mulai Selasa (17/3/2026), pukul 12.00. Untuk ruas Tol Semarang–Solo, kemungkinan juga diterapkan rekayasa lalu lintas one way lokal menyesuaikan kondisi di lapangan.

Fasilitas di rest area juga dilengkapi berbagai layanan pendukung seperti SPBU, pasokan air bersih, genset cadangan, serta tenant kuliner dan UMKM yang beroperasi hingga 24 jam. Selain itu, sejumlah titik juga dilengkapi CCTV dan petugas keamanan untuk memantau kondisi rest area.

Ditegaskan, pembatasan waktu istirahat penting untuk menghindari antrean kendaraan yang dapat mengganggu arus lalu lintas di jalan tol. Jika antrean kendaraan di rest area terlalu panjang, petugas bersama kepolisian dapat melakukan penutupan sementara akses masuk.

“Kami akan terus memantau kondisi di rest area melalui CCTV dan petugas di lapangan. Jika antrean sudah terlalu panjang hingga mengganggu lalu lintas, akses rest area bisa saja ditutup sementara,” tandasnya.

Berita terkait

Gema Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Menyapa Pemudik di Pelabuhan Mangga Dua Ternate

Gema Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Menyapa Pemudik di Pelabuhan Mangga Dua Ternate

Ternate–Spektroom: Momentum mudik Lebaran tahun ini dimanfaatkan secara strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga. Bertempat di Posko Mudik Pelabuhan Laut Ahmad Yani dan Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, dilakukan sosialisasi program prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini bertujuan mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan anak serta percepatan penurunan stunting

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru