Jalur Mudik Sumatera Barat Lembah Anai Disiapkan Dibuka 24 Jam
Jakarta - Spektroom : Ruas jalan Nasional Lembah Anai Sumatera Barat merupakan salah satu koridor utama mobilitas masyarakat Padang- Bukit Tinggi. Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan ruas jalan nasional d tersebut untuk jalur mudik dan balik Lebaran selama 24 jam meskipun progres perbaikan masih 44persen.
Hal tersebut disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam siaran persnya,Senin Malam (16/3/2026) yang mengungkapkan Kementeeian PU menjaga konektifitas jalan nasional tersebut termasuk pada sejumlah titik yang sebelumnya terdampak bencana.
“Jalur Padang–Bukittinggi merupakan salah satu jalur utama pergerakan masyarakat di Sumatera Barat. Kami pastikan penanganan pada titik-titik rawan, seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik, terus dipercepat agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” kata Menteri Dody.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menargetkan seluruh ruas jalan nasional berada dalam kondisi mantap dan bebas lubang (zero pothole) pada H-10 Lebaran. Upaya pemeliharaan rutin, penambalan, serta peningkatan kualitas perkerasan jalan terus dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Khusus pada ruas Padang–Bukittinggi, penanganan difokuskan pada beberapa titik strategis yang sebelumnya terdampak bencana, termasuk kawasan Lembah Anai. Pada H-10 hingga H+10 Lebaran, ruas tersebut difungsionalkan dengan pengoperasian selama 24 jam guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik.
Saat ini progres penanganan di kawasan Lembah Anai mencapai sekitar 44 persen, dengan pekerjaan pondasi bore pile sekitar 78%. Selama periode mudik lebaran, jalur tersebut tetap difungsikan untuk melayani pergerakan lalu lintas masyarakat.
Selain itu, Jembatan Kembar Margayasa juga akan difungsikan secara optimal selama mudik guna mendukung kelancaran arus lalu lintas pada koridor Padang–Bukittingi.
Pada jalur Sitinjau Lauik yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan flyover, BPJN Sumatera Barat melakukan rekayasa teknis melalui penyesuaian posisi barrier ke arah drainase agar ruang lalu lintas tetap optimal sehingga kapasitas jalur tetap dapat menampung pergerakan kendaraan selama periode mudik.
Kementerian PU juga menyiapkan 13 Posko Mudik Lebaran yang tersebar di sepanjang ruas jalan nasional di Sumatera Barat. Posko-posko tersebut akan beroperasi selama masa libur Lebaran dan dilengkapi dengan petugas yang bersiaga selama 24 jam.
Selain itu, sebanyak 40 unit alat berat juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan di jalan nasional, seperti longsor, pohon tumbang, maupun kondisi darurat lainnya yang dapat menghambat perjalanan pemudik.