Jarak Pandang di Bandara Supadio Kembali Aman bagi Penerbangan

Jarak Pandang di Bandara Supadio Kembali Aman bagi Penerbangan
Update terbaru penerbangan di Bandara Internasional Supadio dinyatakan oleh otoritas Bandara berangsur aman untuk proses lepas landas dan pendaratan penerbangan. Foto : Dok Otoritas Bandara.

Kubu Raya-Spektroom : Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kalimantan Barat, mulai berangsur normal setelah otoritas bandara memastikan kondisi jarak pandang pada Jumat (04/09/2026) berada pada level yang aman untuk mendukung proses lepas landas dan pendaratan pesawat.

Kepastian ini menjadi kabar penting bagi ribuan penumpang yang dalam beberapa hari terakhir terdampak gangguan penerbangan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Pesawat mulai dengan aktifitas Penebangan . Foto: Dok Otoritas Bandara Supadio

Airport Operation, Services and Security Division Head Bandara Internasional Supadio, Mohammad Arifin, mengatakan pemantauan kondisi cuaca dan jarak pandang dilakukan secara intensif sebelum setiap penerbangan diizinkan beroperasi.

"Untuk kondisi saat ini, penerbangan aman untuk dilaksanakan. Pemantauan jarak pandang terus dilakukan dan kami berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, maskapai, BNPB, serta Polres Kubu Raya," kata Arifin, Jumat (04/09/2026).

Menurut dia, faktor jarak pandang menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan kelayakan operasional penerbangan.

Secara umum, pesawat memerlukan jarak pandang sekitar 1.000 hingga 1.600 meter untuk mendukung proses take off maupun landing, dengan tetap mengacu pada standar keselamatan dan kemampuan teknis masing-masing maskapai.

Meski kondisi dinyatakan aman, pihak bandara tetap menerapkan pemantauan ketat mengingat situasi kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah angin dan perkembangan titik kebakaran di sejumlah daerah.

Bandara Supadio sendiri tetap beroperasi sesuai jadwal, yakni pukul 06.00 hingga 20.00 WIB. Namun dalam sepekan terakhir, aktivitas penerbangan umumnya baru dapat berjalan lebih optimal mulai sekitar pukul 12.00 WIB ketika jarak pandang membaik.

Sebelumnya, sejumlah penerbangan sempat mengalami keterlambatan bahkan pembatalan akibat menurunnya visibilitas di kawasan bandara.

Kondisi tersebut sempat memicu keluhan calon penumpang yang harus menunggu berjam-jam di terminal keberangkatan.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi kabut asap yang masih terjadi di Kalimantan Barat.

"Polda Kalbar mendukung setiap keputusan otoritas bandara yang telah melalui prosedur dan pertimbangan keselamatan. Yang terpenting, keselamatan penumpang, awak pesawat, dan seluruh pengguna jasa penerbangan tetap menjadi prioritas," ujarnya.

Hingga Jumat sore, koordinasi antara pengelola bandara, BMKG, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta unsur keamanan dan penanggulangan bencana terus dilakukan untuk memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio berjalan aman, lancar, dan sesuai standar keselamatan penerbangan sipil.

Berita terkait

Pertamina, Unand, Pemprov Sumbar dan Dunia Usaha Kolaborasi Kembangkan Inovasi Energi

Pertamina, Unand, Pemprov Sumbar dan Dunia Usaha Kolaborasi Kembangkan Inovasi Energi

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan masa depan energi Sumbar tidak cukup hanya mengandalkan potensi sumber daya alam, perlu alternatif lain seperti pemanfaatan energi terbarukan. Penguasaan pengetahuan, teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi kunci untuk mengolah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi dan manfaat nyata bagi

Rafles