JCC Jember Berubah Jadi Pusat Kajian Kitab Kuning, Ratusan Santri Semarakkan MQK Hari Santri 2026
Jember - Spektroom: Jember Creative Center (JCC) tak hanya menjadi ruang kreativitas anak muda. Selama tiga hari, 18–20 Oktober 2026, gedung yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif itu beralih fungsi menjadi pusat pembelajaran keagamaan melalui Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Pemanfaatan gedung dari lantai satu hingga lantai lima tersebut menunjukkan potensi JCC sebagai fasilitas publik multifungsi yang dapat mendukung kegiatan pendidikan, pengembangan wawasan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jember.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Ermi Rahmawati, SE, mengatakan MQK menjadi wadah bagi para santri untuk memperdalam pengetahuan keagamaan melalui pembelajaran dan pemahaman kitab kuning.
“Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga mendorong peserta untuk meningkatkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat,” kata Ermi kepada sejumlah media, Selasa (20/10/2026).
Ia mengapresiasi pemanfaatan fasilitas JCC untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan. Menurutnya, keberadaan JCC tidak terbatas pada penyelenggaraan kegiatan seni dan kreativitas, tetapi juga dapat mendukung aktivitas pembelajaran serta pengembangan pengetahuan.
“Jember Creative Center tidak hanya menjadi ruang untuk kegiatan seni dan kreativitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, pembelajaran, dan pengembangan pengetahuan. Melalui kegiatan MQK ini, kami melihat bagaimana fasilitas JCC dapat mendukung aktivitas para santri sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.
Ermi menilai, pemanfaatan fasilitas publik untuk kegiatan pendidikan merupakan bentuk optimalisasi sarana yang manfaatnya dapat dirasakan berbagai kalangan. Kolaborasi antara penyelenggara kegiatan dan pengelola gedung juga dinilai penting untuk menciptakan ruang yang mendukung aktivitas masyarakat.
Menurutnya, penyelenggaraan MQK dalam rangka HSN 2026 menjadi momentum untuk memperluas fungsi JCC. Selain menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif, gedung tersebut diharapkan turut memperkuat ekosistem pendidikan dan kebudayaan serta membuka ruang pengembangan potensi generasi muda.
“Tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, keberadaan JCC juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan potensi generasi muda di Kabupaten Jember,” tegasnya.
Dengan pemanfaatan lintas sektor tersebut, JCC diharapkan semakin dikenal sebagai ruang publik yang inklusif dan produktif. Fasilitas ini berpeluang menjadi tempat penyelenggaraan beragam kegiatan positif, mulai dari seni, budaya, pendidikan hingga kegiatan keagamaan.
Optimalisasi JCC melalui MQK sekaligus memperlihatkan bahwa fasilitas publik dapat memberikan manfaat lebih luas ketika dibuka untuk berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pelestarian tradisi keilmuan pesantren dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jember. (budi)