Jelang Hari Kanker Sedunia, Masyarakat dan Keluarga Diajak Peka Kondisi Mental Pasien Kanker

Jelang Hari Kanker Sedunia, Masyarakat dan Keluarga Diajak Peka Kondisi Mental Pasien Kanker
Menjelang Peringatan Hari Kanker Sedunia 4.Februari Yayasan Lovely Pink Solo Mengajak Masyarakat Dan Keluarga Peka Kondisi Mental Pasien Kanker ( dok ; Freepik )

Spektroom –Menjelang hari kanker sedunia 4 Februari, masyarakat dan keluarga diajak untuk peka terhadap kondisi mental pasien kanker.

Ajakan disampaikan Sekretaris Yayasan Lovely Pink Solo Risna Ernawati saat diminta tanggapan berkait hari Kanker , sebab dengan Dukungan akan memperingan penderita menjalani pengobatan.

Selain itu emosional dari sesama penyintas dan pendampingan keluarga inti dinilai menjadi faktor krusial dalam membangun mental pasien kanker untuk terus menjalani pengobatan.

Sinergi antara komunitas dan lingkungan terdekat ini terbukti mampu menghilangkan rasa takut serta mengikis stigma negatif terhadap penyakit kanker di masyarakat.

Sekretaris Yayasan Lovely Pink Solo, Risna Ernawati, menegaskan komunikasi antar-penyintas memberikan penguatan yang tidak didapatkan dari tenaga medis secara teori.

Dalam komunitas, para pasien saling berbagi rasa dan tips praktis berdasarkan pengalaman langsung, seperti cara mengatasi efek samping kemoterapi yang sangat personal.

"Berbagi dengan sesama penyintas itu lebih menyentuh karena kami merasakan hal yang sama. Jika hanya bertanya ke dokter, mereka tahu secara teori, tapi tidak merasakan rasanya mual setelah kemo. Di sini kami saling menguatkan agar tidak ada lagi pasien yang merasa berjuang sendirian," Jelas Risna ( Senin,02/02/2026)

Selain dukungan sesama pasien, peran keluarga atau "Ring 1" menjadi fondasi paling utama dalam proses penyembuhan.

Dukungan penuh pasangan, anak, maupun saudara terdekat sangat menentukan keberanian pasien untuk tidak mengisolasi diri,bahkan penerimaan keluarga membantu pasien melihat kanker bukan sebagai aib, melainkan tantangan yang harus dihadapi bersama.

Keterbukaan dari pasien dan dukungan tulus dari orang sekitar diharapkan dapat menciptakan ekosistem perawatan yang lebih peduli, sekaligus mendorong keberanian masyarakat untuk melakukan deteksi dini secara mandiri.

"Pesan saya untuk teman-teman, jangan pernah patah semangat dan jangan memvonis diri sendiri. Hidup dan mati adalah urusan Tuhan, tugas kita adalah berikhtiar semaksimal mungkin. Bagi masyarakat luas, ayo peduli pada perubahan tubuh sendiri; deteksi dini adalah kunci keselamatan," tegas Risna(Dan)

Berita terkait

Pembangunan Sabo Dam  Untuk Kendalikan  Banjir Bandang di Tapanuli Selatan Dipercepat

Pembangunan Sabo Dam Untuk Kendalikan Banjir Bandang di Tapanuli Selatan Dipercepat

Spektroom  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan sabo dam di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sebagai langkah strategis pengendalian banjir bandang. Konstruksi ditargetkan selesai pada Mei 2026 melalui skema design and build agar pelaksanaan lebih efisien dan cepat. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Tekankan Potensi Desa Bakal Diorganisir Dalam Wadah Kopdes Merah Putih

Menkop Tekankan Potensi Desa Bakal Diorganisir Dalam Wadah Kopdes Merah Putih

Spektroom - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan, seluruh potensi ekonomi yang dimiliki daerah, khususnya di desa-desa, akan dikelola, dimanfaatkan, dan diorganisir secara profesional dalam wadah Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Sehingga, potensi tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomis yang bisa dirasakan masyarakat desa. "Saatnya sekarang seluruh pelaku

Nurana Diah Dhayanti