Jelang Lebaran 2026, Harga dan Stok Bahan Pangan di Ponorogo Relatif Stabil

Jelang Lebaran 2026, Harga dan Stok Bahan Pangan di Ponorogo Relatif Stabil
Ilustrasi : Bahan pangan yang tersedia di pasar tradisional (telor, lombok, sayur mayur, bawang, tomat dll.) (Foto: Internet)

Madiun-Spektroom : Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Ponorogo terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pangan dengan rutin memantau aktivitas transaksi di Pasar Legi dan Pasar Somoroto. Daftar harga komoditas pangan strategis itu dikirim ke Pemprov Jatim dan Kementerian Perdagangan. Selain itu, TPID Ponorogo juga menginisiasi Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Bersubsidi yang melibatkan sejumlah Dinas seperti Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan dan Perum Bulog untuk menyediakan beras, minyak goreng, dan gula serta beberapa komoditas lain, dengan harga terjangkau.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui TPID, untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dan penting dengan harga rendah.

Menurut Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Ponorogo Rizky Wahyu Nugroho, berdasarkan laporan yang masuk ke TPID, stok bahan pangan pokok dan penting masih mencukupi sampai Idul Fitri nanti. Rizky mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan belanja yang berlebihan atau panic buying. Karena stok dan harga selalu diupayakan Pemerintah Daerah untuk terjaga kestabilannya. Hasil pantauan TPID atas harga bahan pangan menunjukkan harga bawang merah Rp 38 ribu per kilogram, bawang putih Rp 30 ribu per kilogram, serta gula pada kisaran Rp16.500 hingga Rp17 ribu per kilo. Sementara daging ayam ras terpantau berada di kisaran harga Rp 38 ribu, telur ayam ras Rp 29 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging sapi di pasar rata-rata berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram.

Meski demikian, pergerakan harga bahan pangan tetap dalam pantauan TPID Kabupaten Ponorogo. Begitupun stabilitas harga dan ketersediaan stok komoditas pangan strategis tetap terjaga hingga pertengahan Ramadan. TPID Ponorogo sempat mencatat kenaikan harga sejumlah bahan pangan namun masih berada di bawah harga acuan penjualan (HAP). “Beberapa komoditas pangan memang mengalami kenaikan harga selama Ramadan. Harga cabai khususnya cabai rawit merah yang naik cukup signifikan,” kata Rizky, (11/3/2026). Harga cabai rawit merah itu sudah nangkring di kisaran Rp 100 ribu per kilogram sejak minggu pertama Ramadan. Bersamaan itu, harga daging ayam ras dan telurnya ikut merangkak naik tapi masih di bawah harga acuan penjualan,” terangnya. Menurut Rizky, kenaikan harga sejumlah bahan pangan dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya, permintaan masyarakat yang naik selama Ramadan ditambah dengan hambatan distribusi akibat kondisi cuaca. Bencana longsor di jalur Ponorogo–Trenggalek beberapa waktu lalu sempat menghambat pengiriman komoditas dari Blitar dan Malang yang menjadi daerah pemasok cabai ke Ponorogo. “Perubahan harga di tingkat produsen ikut memengaruhi harga di Ponorogo,” terangnya. Pihaknya mencatat daya beli masyarakat masih mampu menjangkau kendati terjadi kenaikan harga barang. Ini terlihat dari tingginya aktivitas belanja di pasar tradisional maupun ritel modern selama Ramadan. Bahkan beberapa komoditas di ritel modern sempat dilaporkan kekurangan stok karena meningkatnya permintaan masyarakat.

Berita terkait

Cosmax  Indonesia Perkuat Kemitraan Supplier Lewat Transformasi Digital

Cosmax  Indonesia Perkuat Kemitraan Supplier Lewat Transformasi Digital

Jakarta – Spektroom :  Dalam kiprahnya didunia kosmetik  PT Cosmax Indonesia memperkuat kemitraan dengan para mitra pemasok melalui penyelenggaraan Supplier Day 2026 yang mengusung tema “Stronger Partnership Through Digital Transformation.” Kegiatan ini menjadi platform strategis untuk mempererat kolaborasi sekaligus mendorong transformasi digital dalam rantai pasok industri kecantikan. Dalam kegiatan tersebut, Presiden Direktur

Nurana Diah Dhayanti