Jelang Lebaran, PT KAI Jember Siagakan Puluhan Petugas Tambahan di Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu
KAI Daop 9 juga menambah 19 petugas penilik jalur ekstra yang bertugas memantau kondisi rel di 19 petak jalur dari Pasuruan sampai Ketapang.
Banyuwangi-Spektroom : PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menurunkan 107 Petugas Jaga Lintasan (PJL) Ekstra di 55 titik perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang tersebar dari Pasuruan hingga Ketapang. PJL Ekstra itu diberi tugas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Pasalnya, setiap musim Lebaran terjadi peningkatan arus lalu lintas, termasuk di titik perlintasan kereta api.
"Penempatan ini kami sesuaikan dengan tingkat kepadatan jalur dan jumlah perlintasan di masing-masing wilayah," kata Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro di Banyuwangi, Rabu (11/3/2026).
Para personel itu akan bertugas mulai tanggal 18 Maret hingga 31 Maret 2026. Para petugas disiagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas sekaligus meningkatkan kewaspadaan di perlintasan yang belum dijaga permanen.
Tak hanya itu, KAI Daop 9 juga menambah 19 petugas penilik jalur ekstra yang bertugas memantau kondisi rel di 19 petak jalur dari Pasuruan sampai Ketapang.
"Dengan tambahan ini, jika ada potensi gangguan prasarana bisa segera terdeteksi dan ditangani lebih cepat," jelasnya.
KAI turut menempatkan personel di empat daerah pengawasan khusus (Dapsus) yang dinilai rawan, yakni satu titik di Pasuruan, dua di Jember, dan satu di Banyuwangi.
Beberapa titik tersebut berada di kawasan jembatan dan terowongan, termasuk kawasan Merawan-Garahan yang memiliki potensi longsor cukup tinggi. "Total ada delapan petugas tambahan yang kami siagakan di titik rawan selama periode Lebaran," sambungnya.
Sementara itu untuk wilayah kabupaten Banyuwangi sendiri, terdapat 22 petugas yang disiapkan untuk menjaga 12 titik tanpa palang pintu.
"Di Banyuwangi ada 12 titik dengan 22 petugas tambahan yang kami siagakan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026," kata Cahyo Widiantoro (*)