Jiwa KORPRI Ada Pada Guru Muhtar Ini, Simak Kisahnya

Jiwa KORPRI Ada Pada Guru Muhtar Ini, Simak Kisahnya
Talkshow HUT ke 54 KORPRI di TVRI Jawa Tengah, Rabu (26/11/2025), Sekda Sumarno Apresiasi kinerja ASN Guru Muhtar di pedalaman Kampung Laut Cilacap.

Spektroom Semarang: Setiap pagi hari, guru Muhtar memerlukan 4 Jam perjalanan dari rumahnya di Purbalingga menuju tempat kerjanya di Kawasan Kampung Laut , Kabupaten CIlacap, tepatnya di SMAN 1 setempat.

Untuk sampai ke sekolah dari rumahnya di Purbalingga, Muhtar harus menempuh dua jam perjalanan darat, lalu dua jam lagi menyeberang perairan, sebelum akhirnya tiba di sekolah yang berdiri di pedalaman Kampung Laut.

Bukan baru setahun dua tahun, rutinitas itu sudah Muhtar jalani dengan kikhlasan dan ketulusan hati sebagai ASN guru selama lebih dari sepuluh tahun.

“Kita sebagai anggota Korpri, melayani dan dulu saya milih (jadi guru). Tidak tahu ditempatkan di mana. Semaksimal mungkin saya lakukan. Itu saja. Semua sudah ada yang ngatur. Ini garis saya seperti ini,” kata Muhtar, ditemui seusai talkshow Korpri Peduli Senantiasa Melayani, di Studio TVRI Jawa Tengah, Rabu (26/11/2025) petang.

Cerita Muhtar, mengajar di SMAN 1 Kampung Laut bukan perkara sederhana, karena di daerah terpencil itu, kesadaran bersekolah masih rendah, dan keberadaan guru dianggap angin lalu oleh murid.

Muhtar pernah mengetuk pintu rumah warga, merayu anak-anak agar datang ke sekolah, menjelaskan jika pendidikan bukan sekadar kerja, melainkan jalan menjadi manusia yang lebih dewasa.

“Orang kenal sekolah dan tidak, pasti berbeda,” katanya.

Suka duka membentuknya. Pernah, saat pulang perahu rusak, dan dia terombang-ambing hingga malam sebelum ditolong nelayan.

Pernah pula kepala sekolahnya terpelanting ke air, saat perahu hendak menepi, namun semua itu tidak membuatnya menyerah.

Kini, hasilnya mulai nyata. Anak-anak SMAN 1 Kampung Laut ada yang menembus OSN, masuk Angkatan Darat, bekerja di Kalimantan, hingga menjadi guru. Beberapa lulusannya juga diterima sebagai tenaga PPPK.

“Itu kebahagiaan kami,” ucap Muhtar, sambil tersenyum.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyoroti dedikasi guru Muhtar yang selama ini mengajar di SMA Negeri Kampung Laut, sebuah wilayah terpencil yang masuk kategori 3T, yaitu Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. Menurutnya, perjuangan dan keikhlasan tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh ASN di Jateng.

Sumarno mengatakan, tidak ada ASN yang dipaksa saat memilih profesi tersebut. Karena itu, dia berharap semua pegawai bekerja dengan syukur, dan siap ditempatkan di mana pun, termasuk daerah terpencil seperti Kampung Laut.

“Kita ingin pelayanan semakin dekat dengan masyarakat. Maka ASN harus siap didistribusikan ke berbagai wilayah,” ujarnya.

Sekda juga menyinggung pentingnya menjaga integritas. Sumarno menegaskan tidak ada istilah “tempat basah” atau “tempat kering” dalam penugasan ASN.

“Kalau masih berpikir ada tempat basah dan kering, berarti ada sesuatu yang ingin diolah untuk mendapat lebih. Itu bukan hak kita, dan berarti kita tidak berintegritas,” tegasnya.

Kegiatan talkshow itu merupakan salah satu acara peringatan HUT ke-54 Korpri 2025 di Jawa Tengah. Acara ini menghadirkan Sekda Sumarno; Guru SMAN 1 Kampung Laut Cilacap, Muhtar; serta Pekerja Sosial Rumpelsos Pucang Gading, Carik Eko Andasari. (Ak/Ul, Diskominfo Jateng)

Berita terkait