Kabut Asap Belum Aman, Tanjungpinang Kembali Alihkan Sekolah ke Belajar dari Rumah
Tanjungpinang – Spektroom : Kondisi cuaca di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, besok diperkirakan masih didominasi cuaca berawan hingga berpotensi hujan ringan. Di sejumlah wilayah Pulau Bintan, hujan ringan masih berpeluang terjadi, sementara kondisi kabut juga diperkirakan masih berpotensi muncul.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Robby Akbar Anugrah, mengatakan kondisi cuaca tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di tengah kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik.
“Sementara kondisi cuaca pelayaran terpantau kondusif. Untuk wilayah Tanjungpinang dan Bintan, ketinggian gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter, dengan angin berhembus dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 5 sampai 25 kilometer per jam,” jelas Robby, Selasa (29/9/2026).
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pendidikan kembali mengalihkan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi Belajar dari Rumah (BDR).
Kebijakan ini berlaku bagi satuan pendidikan PAUD dan PNF, SD, serta SMP negeri dan swasta se-Kota Tanjungpinang, mulai 29 September 2026 hingga kondisi kualitas udara membaik dan dinyatakan aman.

Pengalihan PTM dilakukan menyusul kualitas udara yang kembali berada pada kategori tidak sehat akibat sebaran kabut asap kiriman.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengatakan kebijakan BDR merupakan langkah antisipatif pemerintah untuk melindungi kesehatan peserta didik dan seluruh warga sekolah.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama. Selama kondisi udara belum dinyatakan aman, kegiatan belajar tetap dilaksanakan dari rumah agar proses pendidikan berjalan tanpa mengabaikan perlindungan kesehatan,” ujar Teguh.
Ia meminta para orang tua dan wali murid turut mendampingi anak selama pelaksanaan BDR. Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di ruang terbuka, untuk mengurangi paparan kabut asap.
“Mari bersama-sama menjaga kesehatan anak dengan membatasi aktivitas di luar rumah, memastikan kebutuhan air putih tercukupi, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker apabila harus keluar rumah,” katanya.
Meski pembelajaran dilakukan dari rumah, aktivitas pendidikan tetap dipantau kepala sekolah dan guru. Pemantauan mencakup perkembangan proses belajar sekaligus kondisi kesehatan peserta didik.
Pemkot Tanjungpinang juga akan melakukan evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di wilayah terdampak.
Pemerintah mengajak orang tua, sekolah, guru, dan peserta didik mematuhi kebijakan tersebut hingga kualitas udara kembali membaik dan dinyatakan aman untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka.