Trending

Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan Wing Air Rute Fakfak-Sorong Dibatalkan

Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan Wing Air Rute Fakfak-Sorong Dibatalkan
Wing Air dibandara Siboru kab.fakfak. (foto: Tony Teniwut)

Fakfak-Soektroom : Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Fakfak, Papua Barat, berdampak pada transportasi udara, sehingga penerbangan Wings Air rute Fakfak–Sorong dibatalkan akibat keterbatasan jarak pandang.

Pembatalan tersebut dilakukan karena lebih mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan di tengah kondisi kabut asap yang belum membaik.

Perwakilan Manajemen Wings Air di fakfak, Iqbal, menjelaskan, pembatalan penerbangan untuk sementara berlaku hingga Rabu, 14 Oktober 2026, sambil menunggu perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang terbaru sebelum menentukan kelanjutan operasional penerbangan pada rute tersebut.

,"Memang informasi yang dikeluarkan untuk sementara sampai Rabu, 14 Oktober 2026, penerbangan rute Fakfak–Sorong dibatalkan akibat keterbatasan jarak pandang,” jelas Iqbal.

Pembatalan lanjutan menurutnya, masih berpotensi terjadi apabila kabut asap tetap menyelimuti Fakfak dan wilayah sekitarnya. Keputusan operasional penerbangan akan mempertimbangkan kondisi jarak pandang yang memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

Pembatalan penerbangan ini menjadi perhatian bagi calon penumpang yang hendak bepergian melalui Bandara Siboru. Calon penumpangpun diimbau memantau informasi terbaru dari pihak maskapai sebelum berangkat ke bandara, mengingat jadwal penerbangan berikutnya masih bergantung pada perkembangan kondisi kabut asap dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan,"tutup Iqbal.

Sementara itu, aktivitas di Bandara Siboru Fakfak masih terpantau ramai. Sejumlah penumpang terlihat hilir mudik di area bandara, meskipun mereka telah menerima pemberitahuan mengenai pembatalan penerbangan. Kondisi tersebut menunjukkan besar pengaruhnya dampak kabut asap terhadap mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi udara dari dan ke fakfak yang hingga kini tergolong cukup tinggi.

Hingga Selasa, 13 Oktober 2026, kabut asap tebal masih menyelimuti 17 distrik di Kabupaten Fakfak. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, terutama apabila jarak pandang belum kembali normal. Transportasi udara menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat kondisi lingkungan tersebut.

.

Berita terkait

Sleman dan Magelang Perkuat Sinergi Antar Daerah, Gandeng Tangan Tekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan.

Sleman dan Magelang Perkuat Sinergi Antar Daerah, Gandeng Tangan Tekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan.

Sleman-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kabupaten Magelang secara resmi menjalin kerja sama lintas daerah yang ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah. Penandatanganan dokumen tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan Bupati Magelang, yang diwakilkan oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid di Pendopo Parasamya

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Debit Air Menurun, BPBD Jember Asesmen Ancaman Kekeringan di Sejumlah Wilayah Terdampak

Debit Air Menurun, BPBD Jember Asesmen Ancaman Kekeringan di Sejumlah Wilayah Terdampak

Jember-Spektroom : Penurunan debit air yang mengalir ke pemukiman warga mulai mengancam ketersediaan air bersih di Dusun Paci, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sekitar 30 kepala keluarga (KK) berpotensi terdampak apabila kondisi tersebut terus berlanjut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen setelah menerima laporan

Budi Sucahyono, Julianto