Kadin diharapkan Perkuat Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Kalbar
Spektroom - Di sebuah ruang pertemuan sebuah Hotel di Kubu Raya, denyut optimisme ekonomi Kalimantan Barat terasa lebih hidup dari biasanya.
Para pelaku usaha, pengurus organisasi, dan pemerintah daerah berkumpul dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-7 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat, yang berlangsung
(22 - 23) Januari 2026 membawa satu harapan yang sama: pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., di forum tersebut dengan nada optimistis namun penuh kewaspadaan.
Di hadapan peserta Musprov, ia menyampaikan bahwa roda perekonomian Kalimantan Barat terus bergerak ke arah yang positif.
Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,3 persen, ditopang oleh penguatan sektor-sektor unggulan, peningkatan investasi, serta transformasi ekonomi yang semakin bernilai tambah.
“Pertumbuhan ini adalah hasil kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dunia usaha,” ujar Ria Norsan.
Ia menekankan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalbar 2025–2029 dirancang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga merata dan berdaya saing.
Namun, di balik capaian tersebut, Gubernur mengingatkan pentingnya sikap waspada. Fluktuasi nilai tukar dolar, ketidakpastian global, serta dinamika ekonomi internasional menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Meski inflasi daerah masih relatif terkendali, perbaikan berkelanjutan dinilai mutlak diperlukan.
“Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci. Apalagi Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Ini bukan target ringan, tapi bisa dicapai jika kita bergerak bersama,” tegasnya.
Musprov Kadin Kalbar kali ini juga menjadi ruang refleksi peran strategis dunia usaha dalam pembangunan daerah.
Tokoh nasional asal Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang (OSO), hadir memberikan pandangan yang lugas dan membumi.
Ia menegaskan bahwa Kadin bukan sekadar organisasi pengusaha, melainkan mitra penting pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan daerah.
“Kadin harus membantu pemerintah daerah, ikut menjaga keamanan, dan membangun cara berpikir yang konstruktif demi kemajuan bersama,” ujar OSO.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya soal angka dan rencana di atas kertas, tetapi juga tentang keberpihakan pada kepentingan rakyat.
Menutup sambutannya, OSO berharap Musprov ini melahirkan kepengurusan yang solid dan keputusan terbaik bagi Kalimantan Barat.
Sebab, di tengah tantangan global, sinergi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi penting untuk menjaga optimisme dan kesejahteraan masyarakat.