Kadisdikbud Lampung Thomas Amirico, Buka ICOPE 2026 FKIP Unila
Bandarlampung - Spektroom: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar ajang bergengsi tingkat internasional, The 7th International Conference on Progressive Education (ICOPE) atau Konferensi Internasional ke-7 tentang Pendidikan Progresif 2026.
Menurut Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., agenda utama pertemuan ini berfokus pada evaluasi progres kerja tiap divisi, penentuan tema sentral konferensi, serta penjajakan kerja sama dengan mitra universitas luar negeri sebagai co-host.
Hal itu disampaikan Albet Maydiantoro, dalam laporannya pada pembukaan Konferensi Internasional ke-7 tentang Pendidikan Progresif 2026, di Aula K Fakultas FKIP Universitas Lampung, Sabtu (12/9/2026).
Albet Maydiantoro menekankan bahwa ICOPE bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan representasi keunggulan FKIP Unila di kancah global. Beliau meminta seluruh panitia untuk memastikan kesiapan teknis, mulai dari sistem manajemen artikel hingga pelayanan bagi para pembicara utama (keynote speakers) dari berbagai negara.
“ICOPE 2026 harus menjadi wadah yang inklusif bagi para peneliti dan praktisi pendidikan dunia untuk berbagi inovasi. Saya berharap seluruh koordinator dapat bekerja sinergis agar konferensi ini memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pendidikan secara internasional,” ujar Dr. Albet.
Konferensi ini menghadirkan lima pembicara seperti Dr. Angela Farrell dari Universitas Limerick, Irlandia, Prof. Anna Ruyamseva, PhD, dari Saint Petersburg University of Management Technologies and Economics, Rusia dan Prof. Hasan Hariri, SPD, MBA, PhD, dari FKIP, UNILA serta Prof. Dr. Sirena Basri Abdulrahman dan Dr. Nur Hasniza Ibrahim, dari Universitas Teknologi Malaysia, Malaysia.
"Kami menghargai kontribusi mereka dalam bidang akademik. Konferensi ini akan berlanjut dengan sesi pembentukan paralel, memberikan peluang untuk berbagi penelitian, mencari ide, dan memperkuat kolaborasi akademik" ujarnya.
Albet Maydiantoro berharap ICOPE 2026 akan memperkuat kolaborasi penelitian dan berkontribusi ke perkembangan pendidikan inovatif, inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif global.
Sementara diforum yang sama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal, bahwa dengan diselenggarakannya konfrensi Internasional ke-7 tentang Pendidikan Progresif Tahun 2026, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan konferensi ini.
"Kita berkumpul untuk satu tujuan besar, yaitu menemukan kembali arah pendidikan, membangun inovasi yang lestari, dan mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di dunia tanpa kehilangan jati diri di rumah sendiri" Ujar Gubernur disampaikan Thomas Amirico.
Menurut Gubernur pendidikan harus membawa peradaban ke depan, pendidikan harus meningkatkan kesejahteraan rakyat, pendidikan yang maju harus diiringi, kemuliaan budi pekerti, keindahan seni
Hal itu sesuai tema konfrensi, "Sustainable Educational Innovation Advancing Science, Technology and Art for Global Competitive".
"Inovasi pendidikan berkelanjutan membajukan sains, teknologi, dan seni untuk daya saing global. Karena kita sadar ilmu pengetahuan memberikan landasan, teknologi memberikan kekuatan, seni memberikan jiwa dan keindahan, ketiganya harus berjalan beriringan tanpa salah mendahuli atau tertinggal" urai Thomas Amirico.
Pada bagian lain sambutannya Gubernur Mirza juga mengingatkan, Visi Lampung, bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045, Pemprov Lampung tidak menginginkan kemajuan yang semata angka diatas kertas.
"Kita menginginkan kemajuan yang nyata dan berkeadilan, itulah sebabnya pilar utama yang kita bangun di Lampung yaitu pilar peradaban, pilar SDM unggul, dan pilar perdamaian. Ketiganya saling menguatkan, mewujudkan Lampung Maju dan Sejahtera" pungkasnya.(@Ng).