KAI Daop 4 Imbau Penumpang Disiplin Selama Libur Tahun Baru

KAI Daop 4 Imbau Penumpang Disiplin Selama Libur Tahun Baru
Suasana stasiun Tawang pagi ini Senin (29/12/2025).

Spektroom – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengimbau pelanggan kereta api untuk meningkatkan kesiapan dan kedisiplinan selama periode libur Tahun Baru 2026, seiring meningkatnya volume penumpang.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah ketentuan barang bawaan penumpang. Setiap pelanggan diperbolehkan membawa bagasi maksimal 20 kilogram atau dengan volume 100 dm³, dengan dimensi maksimal 70 x 48 x 30 sentimeter tanpa biaya tambahan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan pelanggan diperbolehkan membawa bagasi maksimal 20 kilogram atau volume 100 dm³ tanpa biaya tambahan. Barang bawaan yang melebihi ketentuan akan dikenakan biaya tambahan sesuai kelas layanan.

Jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun Daop 4 Semarang masih cukup tinggi. (Foto. : Humas Daop 4 Semarang).

Selain itu, pelanggan diminta tidak membawa barang terlarang seperti narkotika, bahan mudah terbakar, senjata tajam, hewan peliharaan, maupun barang berbau menyengat.

KAI juga mengimbau penumpang datang ke stasiun paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi antrean pemeriksaan.

Hingga Minggu (28/12) pukul 09.00 WIB, total volume penumpang KAI Daop 4 pada periode libur Tahun Baru tercatat mencapai 312.721 orang, terdiri dari 159.887 penumpang berangkat dan 152.834 penumpang tiba.

“Kami mengajak pelanggan mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mematuhi seluruh ketentuan demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” tutup Luqman.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti