Kampung Ramadan Rembang: Etalase Rasa, Harap, dan Asa UMKM Lokal
Spektroom - Senja baru saja merambat di Jalan Gatot Subroto, Rembang, ketika deretan lampu tenda mulai menyala satu per satu. Aroma gorengan, kudapan manis, dan masakan khas pesisir bercampur di udara, mengundang warga untuk singgah.
Di sinilah Kampung Ramadan 2026 hadir—bukan sekadar bazar, tetapi ruang pertemuan antara tradisi, ekonomi, dan mimpi para pelaku usaha kecil. Sebanyak 250 pelaku UMKM ambil bagian dalam kegiatan yang digelar sejak 18 Februari hingga 14 Maret 2026 itu.
Di balik tenda-tenda sederhana, ada cerita tentang harapan yang ingin tumbuh bersama Ramadan.
Nurhidayah, salah satu pelaku UMKM, mengaku kegiatan ini menjadi panggung bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.
“Bukan sekadar ajang berjualan. Ini momentum memperkenalkan produk, meningkatkan kualitas usaha, dan memperluas jaringan pemasaran,” tuturnya.
Kampung Ramadan tak hanya terpusat di Jalan Gatot Subroto. Bazar juga menyebar di Alun-alun Lasem, Pasar Kragan, pusat kuliner Pamotan, hingga Kecamatan Sumber—menciptakan denyut ekonomi Ramadan yang merata di berbagai sudut Rembang.
Kepala Dindagkop UKM Rembang, Mahfudz, menyebut kegiatan ini dirancang untuk memeriahkan bulan suci sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi lokal.
“Kita dorong pemberdayaan UMKM agar bangkit dan menumbuhkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menjelaskan pemindahan lokasi Kampung Ramadan telah melalui kajian dan aspirasi masyarakat. Menurutnya, keramaian tidak hanya ditentukan oleh lokasi strategis, tetapi juga oleh kreativitas promosi dan kualitas produk. Ia pun mendorong pelaku UMKM memanfaatkan media sosial sebagai etalase digital.
“Kalau masyarakat tahu ini pusat jajanan dan pusat UMKM, pasti akan kesedot ke sini semua,” katanya.
Lebih dari sekadar wisata kuliner, Kampung Ramadan diharapkan menjadi etalase produk UMKM Rembang—tempat usaha kecil menunjukkan bahwa mereka layak naik kelas.
Di antara hiruk-pikuk pembeli dan tawa anak-anak yang menanti waktu berbuka, Kampung Ramadan bukan hanya tentang transaksi. Ia adalah tentang asa: bahwa dari tenda-tenda kecil itu, ekonomi lokal bisa tumbuh, dan mimpi-mimpi pelaku UMKM bisa menemukan jalannya.