Kapal Pengangkut Sembako Terbakar di Ketapang
Ketapang- Spektroom: Kepulan asap hitam membumbung tinggi di kawasan Dermaga Sukabangun, Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (03/05/2026). Sebuah kapal motor pengangkut sembako dan perlengkapan rumah tangga, KM Lautan Anugrah 01, dilaporkan terbakar saat hendak berlayar menuju Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.
Kebakaran yang terjadi di area dermaga itu sontak memicu kepanikan warga dan pekerja pelabuhan. Dalam situasi genting tersebut, prajurit Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Delta Pawan di bawah jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Ketapang bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyelamatan bersama tim SAR gabungan.
Dengan kondisi kapal yang terus dilalap api dan asap tebal menyelimuti area dermaga, proses evakuasi berlangsung dramatis. Prajurit TNI AL terlihat mengevakuasi korban dari area berbahaya sambil memastikan tidak ada warga yang terjebak di sekitar titik kebakaran.
KM Lautan Anugrah 01 diketahui membawa muatan kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga untuk distribusi ke wilayah kepulauan. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Fokus utama petugas saat kejadian menyelamatkan korban dan mencegah api meluas ke kapal lain maupun fasilitas dermaga. Sejumlah korban yang berhasil dievakuasi langsung mendapat pertolongan awal sebelum dibawa ke RSUD Agoesdjam Ketapang untuk penanganan medis lebih lanjut.
Aksi cepat prajurit Lanal Ketapang mendapat perhatian masyarakat di lokasi kejadian.

Di tengah situasi yang penuh risiko, personel TNI AL dinilai sigap dan terkoordinasi dalam menangani kondisi darurat di perairan tersebut.
Komandan Lanal Ketapang Letkol Laut (P) Avif Hidayaturohman, S.T., M.Tr.Opsla mengatakan respons cepat personel merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam melindungi masyarakat, khususnya saat terjadi keadaan darurat.
Tindakan cepat dan tepat yang dilakukan prajurit Lanal Ketapang merupakan wujud nyata pengabdian TNI Angkatan Laut kepada rakyat,” ujarnya.
Peristiwa kebakaran kapal ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko aktivitas transportasi laut di wilayah pesisir Kalimantan Barat.
Aparat masih melakukan pendataan terkait jumlah korban maupun kerugian material akibat insiden tersebut.