Karhutla Masih Jadi Ancaman Serius di Kalbar, BPBD Soroti Faktor Manusia dan Lahan Gambut

Karhutla Masih Jadi Ancaman Serius di Kalbar, BPBD Soroti Faktor Manusia dan Lahan Gambut
Data Karhutla 2025. Sumber : Pusdalops PB BPBD Kalbar

Spektroom - Kalimantan Barat kembali dihadapkan pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Data menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi persoalan serius, terutama di wilayah gambut yang sangat rentan terbakar.

Dalam satu dekade terakhir, ratusan ribu hektare lahan di Kalbar hangus akibat kebakaran, dengan dampak besar terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Tahun 2019 tercatat sebagai periode terparah dengan luas lahan terbakar mencapai 151.919 hektare.

Lonjakan karhutla kembali terjadi pada 2023. Berdasarkan data lembaga pemantau lingkungan, luas lahan terbakar pada tahun tersebut diperkirakan berkisar antara 82.411 hingga 111.848 hektare, menjadikannya salah satu tahun dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kalimantan Barat.

Pemadaman Karhutla ditangani secara terkoordinasi yg melibatkan unsur Swasta dan kelompok Masyarakat.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kalimantan Barat, Daniel, menyebut bahwa sebagian besar karhutla di Kalbar masih dipicu oleh aktivitas manusia.

“Penyulut utama kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat masih didominasi oleh faktor kelalaian manusia, terutama dalam pembukaan lahan.

Kondisi ini semakin berisiko ketika terjadi di wilayah gambut yang mudah terbakar,” ujarnya.

Daniel menjelaskan, faktor alam seperti kemarau panjang akibat El Nino dan dampak krisis iklim global turut memperparah situasi.

Lahan yang kering membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

“Ketika curah hujan rendah dan kelembaban tanah menurun, satu titik api bisa dengan cepat meluas menjadi kebakaran besar,” tambahnya.

Wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi tersebar di Kabupaten Ketapang, Sintang, dan Bengkayang.

Daerah-daerah tersebut memiliki jumlah desa rawan karhutla yang cukup banyak, baik karena karakteristik lahan gambut maupun tingginya aktivitas pembukaan lahan.

Asap akibat karhutla kerap mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Di sisi lain, Kalimantan Barat memiliki kawasan hutan seluas sekitar 9,17 juta hektare.

Lebih dari 4,45 juta hektare di antaranya merupakan hutan produksi. Namun, tekanan terhadap kawasan hutan terus meningkat.

Data menunjukkan sekitar 5,04 juta hektare lahan di Kalbar kini berstatus kritis dan membutuhkan rehabilitasi serius.

Dalam dua dekade terakhir, Kalbar tercatat kehilangan sekitar 1,25 juta hektare hutan akibat deforestasi dan alih fungsi lahan.

Untuk menekan risiko karhutla, Daniel menegaskan pentingnya upaya pencegahan yang berkelanjutan.

Pemerintah mendorong pengembangan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), penguatan regulasi pengolahan lahan, serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan terus dilakukan sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penanggulangan bencana asap.

“Penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman. Pencegahan dan keterlibatan semua pihak menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terus berulang,” pungkas Daniel.

Berita terkait

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Maluku Utara, BASARNAS Siagakan 112 Personel

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Maluku Utara, BASARNAS Siagakan 112 Personel

Ternate–Spektroom : Menghadapi pelaksanaan arus mudik Lebaran tahun 2026 di wilayah Provinsi Maluku Utara, BASARNAS Ternate menyiagakan personel sebanyak 112 personel. Ratusan personel yang disiagakan tersebut ditempatkan pada sejumlah posko gabungan yang tersebar di beberapa titik strategis. Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani mengatakan, para personel BASARNAS yang disiapsiagakan telah

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
KSOP Pastikan Penumpang Tujuan Sanana Akan Terangkut Semua

KSOP Pastikan Penumpang Tujuan Sanana Akan Terangkut Semua

Ternate-Spektroom : Menyikapi membeludaknya penumpang arus mudik route Ternate - Sanana, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate menyiapkan penambahan armada transportasi untuk route atau jurusan tersebut. Banyaknya penumpang arus mudik pada route tersebut yang mengakibatkan sebagian penumpang tidak terangkut, disikapioleh KSOP dengan menyiapkan satu kapal yaitu KM. Uki

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Kick Off kompetisi inovasi Daerah 2026,Bupati Jeneponto dorong gerakan " 1 OPD 1 Inovasi "

Kick Off kompetisi inovasi Daerah 2026,Bupati Jeneponto dorong gerakan " 1 OPD 1 Inovasi "

Jeneponto,–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jeneponto bekerja sama dengan Pattiro Jeka melaksanakan Kick Off Kompetisi Inovasi Daerah (KIND) Tahun 2026 Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi di lingkungan pemerintahan daerah, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan

Yahya Patta