Karolin Dorong Pertanian Modern dari Musda HKTI Kalbar: Petani Harus Naik Kelas Jadi Pengusaha

Karolin Dorong Pertanian Modern dari Musda HKTI Kalbar: Petani Harus Naik Kelas Jadi Pengusaha
Bupati Landak Karolin paling kiri saat hadir di Musda HKTI Kalimantan Barat 2026. Foto: Spektroom.

Landak,Spektroom – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan pentingnya transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan berdaya saing.

Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu (27/06/2026).

Karolin yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI Kabupaten Landak mengatakan momentum pelantikan pengurus HKTI tingkat provinsi menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, sinergi antara HKTI, pemerintah daerah, dan lembaga terkait menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

“Ini ada pelantikan dari pengurus HKTI oleh Pak Sekjen, Pak Karding. Tadi ketemu teman lama, beliau sekarang Kepala Badan Karantina,” kata Karolin di sela kegiatan.

Ia berharap komunikasi yang terbangun dengan para pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun provinsi dapat memberikan manfaat nyata bagi petani di Kabupaten Landak.

“Mudah-mudahan bisa bersinergi antara HKTI, Badan Karantina, dan para petani di Kabupaten Landak untuk mendorong ketahanan pangan di tempat kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Karolin juga menekankan bahwa sektor pertanian tidak lagi bisa dikelola dengan pola konvensional.

Di tengah perubahan ekonomi dan tantangan global, petani dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi dan pendekatan bisnis yang lebih modern.

“Sebagai Ketua HKTI Kabupaten Landak, saya tegaskan bahwa kita tidak bisa lagi memakai cara-cara lama.

Pertanian kita harus modern, dan petani kita harus berani naik kelas menjadi pengusaha,” tegasnya.

Karolin menilai peningkatan kapasitas petani menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Karena itu, hasil konsolidasi yang dilakukan dalam Musda HKTI Kalbar akan segera diterjemahkan menjadi program nyata di daerah.

Ia memastikan berbagai kerja sama yang dibangun dalam forum tersebut tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan akan ditindaklanjuti melalui langkah konkret yang menyentuh langsung kebutuhan petani.

“Sinergi yang terbangun hari ini di tingkat provinsi akan langsung kita eksekusi di Landak.

Ketahanan pangan itu bukan sekadar slogan, melainkan urusan perut rakyat yang harus kita jamin bersama,” katanya.

Musda dan Pelantikan DPD HKTI Kalbar turut dihadiri Sekretaris Jenderal HKTI Pusat H. Abdul Kadir Karding, Gubernur Kalimantan Barat, dewan pakar pangan, bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, pimpinan balai, serta jajaran pengurus HKTI tingkat kabupaten dan kota. (Hy/ Apw)

Berita terkait

Wamenkop Ajak Pelaku Usaha Lombok ‘Naik Kelas’ Lewat KDKMP

Wamenkop Ajak Pelaku Usaha Lombok ‘Naik Kelas’ Lewat KDKMP

Lombok Barat – Spektroom : Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, menekankan bahwa KDKMP bukan sekadar bangunan fisik, melainkan mitra strategis untuk memperluas jangkauan produk lokal.Ia menargetkan KDKMP menjadi etalase modern bagi produk-produk unggulan daerah agar tidak hanya bergantung pada wisatawan yang melintas.penegasan tersebut dikatakan Wamenkop saat melakukan kunjungan kerja

Nurana Diah Dhayanti
100 orang Tenaga Kependidikan di Kota Tanjungpinang Memasuki Masa Purna Tugas Sepanjang Tahun 2026

100 orang Tenaga Kependidikan di Kota Tanjungpinang Memasuki Masa Purna Tugas Sepanjang Tahun 2026

Tanjungpinang-Spektroom : Banyaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purna bakti selama tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengusulkan formasi Calon PNS kepada Badan Kepegawaian Negera (BKN). Sekertaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat mengakui adanya usulan tersebut yang diprioritaskan untuk tenaga pendidik (Guru) dan tenaga kesehatan juga mencakup sejumlah jabatan teknis

Desmawati, Rafles