Kasus Perkawinan Anak di Banyumas Menurun, Pencegahan Tetap Jadi Prioritas

Kasus Perkawinan Anak di Banyumas Menurun, Pencegahan Tetap Jadi Prioritas
Bupati Banyumas Sadewo Hadiri Penandatanganan MoU dan Sosialisasi CEPAK untuk Cegah Perkawinan Anak Banyumas. ( Foto : Humas Pemkab Bms).

Banyumas-Spektroom : Upaya pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Banyumas mulai menunjukkan hasil positif. Dalam tiga tahun terakhir, angka perkawinan anak mengalami penurunan signifikan.

Namun, Pemerintah Kabupaten Banyumas dan berbagai pemangku kepentingan menilai tantangan tersebut belum sepenuhnya teratasi sehingga langkah pencegahan harus terus diperkuat.

Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas, Eny Sadewo, Selasa (23/6/2026), mengungkapkan bahwa pada 2024 tercatat 424 kasus perkawinan anak. Jumlah tersebut turun menjadi 285 kasus pada 2025 atau berkurang 32,78 persen. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 130 kasus.

Meski tren menunjukkan penurunan, Eny menegaskan bahwa perkawinan anak masih menjadi persoalan serius karena dampaknya yang luas terhadap masa depan generasi muda. Pernikahan dini dinilai berisiko menyebabkan putus sekolah, masalah kesehatan reproduksi, hingga kerentanan ekonomi keluarga.

Menurut Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Banyumas, Titik Pujiastuti, tingginya pengajuan dispensasi nikah selama ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari putus sekolah, pergaulan bebas, hingga anggapan bahwa pernikahan merupakan jalan keluar dari persoalan ekonomi.

“Perkawinan anak memicu berbagai dampak negatif, seperti meningkatnya risiko kematian ibu dan bayi, stunting, gangguan kesehatan reproduksi, hingga masalah psikologis yang dapat berujung pada kekerasan dalam rumah tangga dan perceraian,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama TP PKK mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, serta perlindungan hak anak melalui Program CEPAK (Cegah Perkawinan Anak).

Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga kader PKK di tingkat desa dan dasa wisma.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai persoalan perkawinan anak tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga menyangkut kesiapan mental, fisik, sosial, dan ekonomi calon pasangan.

Ia juga menyoroti kemungkinan adanya keterkaitan antara penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dengan meningkatnya risiko kehamilan usia dini. Karena itu, pemerintah daerah mendorong pemetaan wilayah yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari strategi pencegahan.

Menurut Sadewo, kehamilan pada usia terlalu muda berisiko tinggi terhadap kesehatan ibu dan anak serta dapat mempengaruhi upaya penurunan stunting yang menjadi salah satu fokus pembangunan daerah.

“Perlindungan terhadap anak merupakan investasi masa depan daerah. Karena itu, pencegahan perkawinan anak harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” kata Sadewo.

Melalui penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor, Banyumas berharap tren penurunan kasus perkawinan anak dapat terus berlanjut sehingga generasi muda memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Berita terkait

Wabup Sleman: Jip Merapi Anugerah yang Harus Dioptimalkan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Wabup Sleman: Jip Merapi Anugerah yang Harus Dioptimalkan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sleman–Spektroom : Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menerima kunjungan studi komparatif dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terkait pengelolaan jasa transportasi wisata jip di Omah Petroek, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (23/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan wisata jip yang

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD Untuk Ekspor ke India-Pakistan

Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD Untuk Ekspor ke India-Pakistan

Jakarta – Spektroom :  Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan Holding Pangan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait ekspor komoditas gambir. Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, pada Selasa

Nurana Diah Dhayanti
Gubernur Mirza Saksikan Peresmian Jalan Inpres Daerah, di Lampung Sepanjang 19,48 Kilometer

Gubernur Mirza Saksikan Peresmian Jalan Inpres Daerah, di Lampung Sepanjang 19,48 Kilometer

Bandarlampung – Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menyaksikan Peresmian Pelaksanaan Jalan Inpres Daerah di Provinsi Lampung oleh Presiden Republik Indonesia, secara Virtual Meeting dari Ruang Sungkai Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung di Bandarlampung, Selasa (23/6/2026). Peresmian dipusatkan di ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates,

Anggoro AP