Kebaya Gagrak Surakarta Gencar Dimasyarakatkan Komunitas Pecinta Kebaya Solo
Spektroom - Pakem kebaya gagrak Surakarta terus di perkenalkan ke masyarakat luas agar semakin eksis tidak tergerus model yang sudsh dimodifikasi.
Dengan memilih lokasi fasilitas publik di salah satu Mall, Upaya memasyarakat dilakukan Komunitas Pecinta Kebaya Solo ( Selasa 03/02/2026 ) dalam memeriahkan HUTnya ke 7.
Dipilihnya fasilitas publik agar upaya memasyarakatkan pakem kebaya gagrak Surakarta dilihat langsung warga Jawa Tengah termasuk anak anak muda solo yang berkunjung ke Mall.
Penampilan ibu ibu cantik, anggun dengan sanggul, kerudung dan kebaya warna kuning serta jarik atau kain bercorak lereng memang cukup menarik simpati pengunjung mall, apalagi dibarengi permainan angklung menambah kental suasana budaya lokal.
Wakil Ketua Pecinta Kebaya Solo, Umi Napsiatun, menyampaikan komunitasnya memiliki misi khusus untuk melestarikan tata cara berkebaya yang benar atau sesuai pakem termasuk menerapkan aturan ketat bagi anggotanya dalam setiap pertemuan.
Aturan ketat , wajib mengenakan jarik wiron manual dan larangan keras menggunakan kain instan model plisket atau rok jahit , bagi yang melanggar sebanyak 3 kali akan dikeluarkan dari komunitas.
Harapannya setiap anggota ikit menjaga marwah kekayaan warisan leluhur agar tidak luntur dengan munculnya modifikasi instan
"Pecinta Kebaya Solo mengharapkan bahwa kebaya Solo itu harus benar-benar yang asli. Setiap pertemuan kita harus memakai jarik wiron, kebaya kutu baru berselendang. Kita tidak boleh memakai kain plisket atau rok jahit samping, itu bukan jarik namanya. Jika tiga kali melanggar, jangan bergabung dengan kami," Jelas Umi Napsiatun.
Ketegasan ini diterapkan bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjaga marwah kekayaan budaya Kota Surakarta agar tidak luntur oleh modifikasi instan.
Kepada generasi muda juga dipesan agar pandai menempatkan diri, jika ingin berkebaya modern dipersilakan, namun jika mengusung label tradisi Solo, maka aturan pakem harus dipatuhi.
Sementara itu, salah satu tamu undangan, Titik Sunarjo, memberikan apresiasi positif terhadap konsistensi Pecinta Kebaya Solo dalam menjaga identitas budaya Jawa.
Perayaan yang berlangsung sukses menjadi bukti semangat melestarikan kebaya masih sangat tinggi di kalangan perempuan Solo.
"Saya melihat ini termasuk sukses ya, saya senang sekali mendatangi acara ini. Harapannya nanti lebih dibudayakan lagi, disosialisasikan lagi biar orang Jawa di Solo yang berkebaya bertambah terus jumlahnya," ucap Titik Sunarjo.
Komunitas Pecinta Kebaya Solo dalam kiprahnya memasyarakatkan warisan budaya berupa kebaya sudah berjalan 7 tahun akan terus digencarkan 52 anggotanya (Dan)