Keberlanjutan Ekspansi Ekonomi Tidak Hanya Bersandar Pada Intervensi, Kebijakan &  Tataniaga

Keberlanjutan Ekspansi Ekonomi Tidak Hanya Bersandar Pada Intervensi, Kebijakan &  Tataniaga
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal pada pembukaan Lampung Begawi X Siger Fest 2026. (Foto Diskominfotik Lampung).

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri pembukaan Lampung Begawi X Siger Fest 2026 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, di Lampung City Mall, Bandarlampung, Jumat (18/9/2026) malam.

Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi atas kolaborasi strategis bersama Bank Indonesia yang berhasil mengintegrasikan ruang temu ide, inovasi, investasi, serta kolaborasi lintas sektoral.


”Idenya Siger Fest ini bagaimana mempertemukan ide, inovasi, investasi, dan kolaborasi. Ini sangat penting sekali bagi kami. Kami sadar kita punya target bagaimana kita harus tumbuh 8 persen ke depan untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” tegas Gubernur.

Gubernur memaparkan profil komparatif Lampung sebagai lumbung pangan strategis Indonesia. 


Gubernur mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun limpahan kekayaan agraris belum dirasakan optimal bagi kesejahteraan petani akibat volatilitas harga komoditas mentah. 


Dikutip dari lampungprov.go.id titik balik fundamental terjadi melalui intervensi perlindungan komoditas di era Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mengungkit pendapatan petani dan mendongkrak laju ekonomi daerah.



”Selama 15 tahun, Provinsi Lampung ini pertumbuhan ekonominya selalu di bawah rata-rata nasional. 2026 kemarin kita nomor dua tertinggi se-Sumatera, jadi setelah Kepri, Lampung, karena harga komoditas,” ujar Gubernur Mirza.


Geliat ekonomi perdesaan juga tercermin dari likuiditas perbankan lewat Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh hampir 7 persen secara tahunan (year-on-year).

Kedepan, Gubernur menekankan bahwa keberlanjutan ekspansi ekonomi tidak dapat terus disandarkan semata pada intervensi kebijakan tata niaga. Hilirisasi industri yang saat ini baru mencakup 30 persen dari total komoditas lokal dipatok menjadi prioritas utama daerah sejalan dengan mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).



Diforum yang sama Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, mengapresiasi capaian solid pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang menembus angka 5,29 persen pada triwulan II-2026. Capaian tersebut menempatkan Provinsi Lampung sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera.


Thomas menjelaskan bahwa laju pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian tersebut merupakan buah kerja keras pimpinan daerah dan seluruh pemangku kepentingan. 



Meski demikian, Thomas mengingatkan tantangan utama ke depan adalah bagaimana pertumbuhan tersebut menghadirkan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi dan masuknya investasi.



”Tantangannya bukan hanya bagaimana ekonomi tumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut menghasilkan nilai tambah yang semakin luas bagi masyarakat. Karena itu, seperti Pak Gub sampaikan, hilirisasi dan investasi menjadi luar biasa pentingnya,” ujar Thomas.



Thomas menjelaskan, sejalan dengan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), Bank Indonesia kini tidak hanya berfokus pada stabilitas moneter dan inflasi, melainkan turut aktif mendorong pertumbuhan sektor ekonomi riil.

Di tingkat pusat, sinergi dibangun secara terpadu bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Danantara yang berperan sebagai katalis investasi. BI juga siap menggerakkan jaringan kantor perwakilan dan perwakilan luar negeri guna menarik minat investor ke berbagai potensi unggulan Lampung.



Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menerangkan bahwa penyelenggaraan Lampung Begawi tahun ini membawa konsep baru yang lebih komprehensif dibandingkan perhelatan sebelumnya. 


Jika sebelumnya berfokus pada pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tahun ini turut diorientasikan pada pemetaan sumber pertumbuhan ekonomi baru dan pembukaan ruang investasi.



Sebelumnya kegiatan seperti ini murni merupakan showcasing dari produk UMKM. Namun demikian, pada tahun ini BI  mencoba untuk memberikan warna bahwa kami ingin menyampaikan informasi apa yang sudah kami lakukan. 



"Jadi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan UMKM, tapi bagaimana kami juga bisa bekerjasama dengan provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Lampung untuk bersama-sama meningkatkan pertumbuhan ekonomi, utamanya tentu saja memberikan nilai tambah bagi produk unggulan Provinsi Lampung,” ujar Bimo mengakhiri sambutannya.(@Ng).

Berita terkait

Gubernur HL Buktikan Kinerja Nyata di Tengah Tantangan : Maluku Raih Penghargaan Terbaik I dan Stimulan Rp2 Miliar dari Kemendagri

Gubernur HL Buktikan Kinerja Nyata di Tengah Tantangan : Maluku Raih Penghargaan Terbaik I dan Stimulan Rp2 Miliar dari Kemendagri

Jakarta–Spektroom: Pemerintah Provinsi Maluku berhasil menyabet Penghargaan Terbaik I Kategori Akses Pendidikan dan Layanan Pendidikan Tingkat Provinsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, lengkap dengan dana stimulan sebesar Rp2 miliar. Kamis,17 September 2026, di Hotel Bidakara, Jakarta. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pengakuan

Eva Moenandar, Rafles
Saat Musibah Tak Memutus Asa, Kepedulian Kampus Antar Laili Kembali ke Perkuliahan

Saat Musibah Tak Memutus Asa, Kepedulian Kampus Antar Laili Kembali ke Perkuliahan

Palangka Raya-Spektroom : Musibah kebakaran sempat mengganggu aktivitas dan mobilitas Laili, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya. Namun, keadaan itu tidak lantas memadamkan semangatnya untuk kembali mengikuti perkuliahan dan menjalani aktivitas akademik. Di tengah situasi tersebut, kepedulian dari lingkungan kampus hadir untuk membantu Laili bangkit. Senat Mahasiswa (SEMA) dan Unit

Polin, Julianto