Kekeringan Berlanjut, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Untuk Warga Terdampak

Kekeringan Berlanjut, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Untuk  Warga Terdampak
BPBD Jember salurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan, Selasa (0/09/2026) (Foto BPBD Jember)

Jember – Spektroom: Kesulitan mendapatkan air bersih masih dirasakan warga Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter kepada masyarakat terdampak, pada Selasa (01/09/2026).

Distribusi kali ini merupakan penyaluran air bersih ke-3 di wilayah tersebut. Bantuan diprioritaskan bagi warga yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau. Berdasarkan hasil pendataan, terdapat sekitar 90 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan bantuan air bersih.

Kekeringan mulai dirasakan masyarakat sejak Agustus 2026. Sebagian besar sumur warga mulai mengering dan air yang tersisa dilaporkan dalam kondisi keruh. Sementara itu, sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari pemukiman juga telah mengering sehingga tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber air.

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa membeli air galon atau air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga lainnya mengambil air dari wilayah Baratan Wetan yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi. Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW, dan warga sebelum melaksanakan pendistribusian bantuan.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember menyalurkan 5.000 liter air bersih ke lokasi terdampak. Air kemudian ditampung melalui empat unit tandon milik BPBD, dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter, sehingga total kapasitas tampung empat tandon mencapai 4.800 liter.

Dengan adanya sarana penampungan tersebut, bantuan air dapat ditampung dan kemudian dimanfaatkan secara bersama oleh warga yang membutuhkan. Petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

TRC BPBD Jember, Kurnia Dwi Pria Bakti, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Kami menyalurkan bantuan air bersih sesuai dengan kebutuhan warga dan kondisi di lapangan. Untuk wilayah Baratan Timur, bantuan ini ditujukan kepada sekitar 90 KK yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih,” jelas Kurnia. Selasa (01/09/2026)

Menurutnya, keberadaan tandon di lokasi menjadi bagian penting dalam proses distribusi karena dapat membantu menampung air dan memudahkan masyarakat memperoleh bantuan secara terorganisasi.

“Kami juga mengimbau warga agar menggunakan air secara bijak dan memprioritaskannya untuk kebutuhan sehari-hari yang paling penting. Kondisi tandon dan kebutuhan warga akan terus dipantau untuk menentukan distribusi berikutnya,” ungkapnya.

“Kegiatan distribusi air bersih ke-3 tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala. BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar bantuan air bersih kembali didistribusikan sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” pungkasnya. (budi)

Berita terkait

Sebanyak 754 Karya Wartawan Merekam Wajah Jakarta, Menyambut 500 Tahun Ibu Kota

Sebanyak 754 Karya Wartawan Merekam Wajah Jakarta, Menyambut 500 Tahun Ibu Kota

Jakarta – Spektroom: Setiap perubahan Jakarta meninggalkan cerita. Kepadatan jalan, perkembangan transportasi publik, perubahan wajah kampung, hingga berbagai persoalan perkotaan menjadi bagian dari perjalanan panjang ibu kota yang terus direkam oleh insan pers. Cerita tersebut dituangkan para jurnalis melalui tulisan, foto, audiovisual, dan berbagai karya jurnalistik lainnya. Tahun ini, sebanyak 754

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Jateng Antisipasi Dampak Erupsi Anak Krakatau terhadap Perjalanan Kafilah MTQ Nasional

Jateng Antisipasi Dampak Erupsi Anak Krakatau terhadap Perjalanan Kafilah MTQ Nasional

Semarang – Spektroom: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap perjalanan kafilah dari berbagai daerah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Semarang. Sedikitnya 10 provinsi tercatat memiliki perjalanan yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta, baik sebagai titik transit maupun bagian dari rute menuju Jawa Tengah.

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas