Kemenkop Konsolidasi PMO untuk Percepat Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih
Spektroom - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengonsolidasikan sekaligus mengevaluasi tugas Project Management Officer (PMO) Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Konsolidasi ini untuk mengawal percepatan pembangunan gudang dan gerai Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia dan meneguhkan peran PMO dalam pengelolaan Kopdes/Kel secara tertib, terarah dan akuntabel.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat memberikan pengarahan kepada Project Management Officer (PMO) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Akhir Tahun 2025, secara daring, Selasa (30/12/2026) menegaskan perlu memperkuat keselarasan langkah PMO di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mengawal Kopdes/Kel Merah Putih.
Dalam kegiatan ini, Menkop menerima laporan dari sejumlah PMO terkait perkembangan pembangunan fisik Kopdes/Kel Merah Putih di wilayahnya masing-masing. Laporan tersebut terutama menyangkut ketersediaan lahan dan progres pembangunan fisik Kopdes/Kel.
"Saya meminta kepada seluruh PMO agar dapat menjalin koordinasi dan sinergi dengan kepala daerah, Pangdam, kepala dinas, PT Agrinas sehingga jika ada kendala dapat segera diselesaikan sehingga membantu percepatan pembangunan fisik Kopdes/Kel Merah Putih.

Meski dalam kondisi tersebut, sangat perlu integritas, displin dan konsistensi PMO. PMO harus tetap bekerja sesuai ketentuan dan menjunjung tinggi tata kelola yang akan menjadi penentu keberhasilan.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh PMO baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten kota atas komitmennya selama tahun 2025. Ini merupakan fondasi penting keberhasilan Kopdes/Kel Merah Putih," kata Menkop.
Dalam diskusi interaktif, PMO Jambi, Adi Putra melaporkan capaian pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih di Jambi sebanyak 206 sedang dalam progres pembangunan. Sementarau Rustam Irsyad, PMO dari Papua mengakui perkembangan pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih belum signifikan, baru empat Kopdes yang baru tahap pengerjaan. Kendala ini disebabkan penilaian anggaran pembangunan di Papua berbeda dengan daerah lain, termasuk juga kendala pengadaan lahan.
"Setelah empat kopdes ini selesai dibangun, baru dapat ditentukan berupa biaya pembangunan satu Kopdes. Ini akan menjadi rujukan biaya untuk pembangunan Kopdes lainnya di Papua," kata Rustam.
Sampai saat ini, capaian pembangunan fisik Kopdes yang sangat signifikan terlaksana di Jawa Timur. Menurut Wawan, PMO Jawa Timur.Selain itu, Kadis Kalimantan Tengah melaporkan pembangunan gudang dan gerai Kopdes ada sebanyak 173 titik dari 209 lahan yang sudah terindetifikasi. Menurutnya, pembangunan terkendala oleh faktor jalan dan banjir yang membuat akses mencapai lokasi sulit.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Lampung mengemukakan pihaknya bergerak cepat untuk memastikan pembangun fisik Kopdes berjalan. Saat ini, ada 718 titik yang sedang dalam kegiatan pembangunan, salah satu akan diresmikan pada 7 Februari 2026.