Kemenlu RI Dorong Investigasi 3 ABK WNI hilang 1 Luka Bakar di Selat Hormuz

Kemenlu RI Dorong Investigasi 3 ABK WNI hilang 1 Luka Bakar di Selat Hormuz
Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI di Jakarta,, menerima laporan insiden tenggelamnya Kapal tunda Mussafah 2 di Selat Hormuz Jumat (6/3/2026) dini hari waktu setempat dari KBRI Abu Dhabi. ( Foto Dok Kemenlu RI )

Jakarta-Spektroom : Situasi di Selat Hormuz memanas menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari hingga Maret 2026. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) tengah mengambil langkah aktif untuk melindungi kepentingan nasional dan WNI di wilayah tersebut.

Perwakilan RI di Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak terkait untuk mencari tiga Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang hilang dan memastikan perawatan satu WNI yang luka bakar di rumah sakit kota Khasab, Oman, serta menyampaikan perkembangan penanganan kepada keluarga di Indonesia.

Pelaksana tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan, pihaknya menerima laporan mengenai insiden tenggelamnya Kapal tunda Mussafah 2 dari KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat.

"Empat awak kapal (ABK) WNI di kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) yang terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz Jumat (6/3/2026) dini hari waktu setempat" ujar Heni dalam keterangan tertulis Sabtu (7/3/2026) dikutip dari situs Direktorat Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI di Jakarta,, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, kapal tugboat itu membawa tujuh awak kapal terdiri dari warga negara Indonesia, India, dan Filipina. Empat awak kapal selamat, sedangkan tiga awak kapal lainnya masih dalam proses pencarian

"Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan 3 ABK WNI hilang di kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) yang terbakar dan tenggelam" imbuhnya.

Selain empat WNI tersebut, terdapat satu WNI yang berada di lokasi insiden, namun berada di kapal yang berbeda dan dalam keadaan selamat.

Kemlu kembali mengimbau agar seluruh WNI di Timur Tengah, termasuk awak WNI yang bekerja di kapal laut, selalu meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.

Berita terkait

Muzamil Baharudin : Stock BBM di Kepulauan Meranti Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying

Muzamil Baharudin : Stock BBM di Kepulauan Meranti Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying

Selatpanjang-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman. Langkah pemantauan distribusi secara intensif terus dilakukan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna menjamin kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya

Salman Nurmin
Tekan Inflasi Ramadan, Wagub Kalbar Gelar Operasi Pasar Murah di Ketapang

Tekan Inflasi Ramadan, Wagub Kalbar Gelar Operasi Pasar Murah di Ketapang

Ketapang-Spektroom  – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar operasi pasar murah di kawasan Masjid Agung Al-Ikhlas, Kabupaten Ketapang, Sabtu (07/03/2026). Kegiatan ini disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan Ramadan. Operasi pasar tersebut dihadiri langsung oleh

Apolonius welly