Kementerian PU Fokus Pemulihan Infrastruktur Dasar di Titik Bencana
Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi terdampak, Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penanganan dilakukan secara terpadu melalui langkah tanggap darurat
Kementerian PU juga terus mendorong penanganan bencana ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai infrastruktur dasar guna mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Menteri PU, Dody Hanggodo dalam pertemuan bersama Sekab Teddy Indra Wijaya, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, dan MendagriTito Karnavian di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara" ujar menteri Dody
Berdasarkan data terupdate hingga 7 Januari 2026, Kementerian PU mencatat sebanyak 1.459 titik terdampak di tiga provinsi, terdiri atas 523 titik di Provinsi Aceh, 306 titik di Provinsi Sumatera Utara, dan 630 titik di Provinsi Sumatera Barat. ” jelas Menteri Dody.

Di sektor Bina Marga, konektivitas antar kota/ kabupaten sudah tersambung dengan Jalan nasional. Namun perbaikan terus dilakukan dengan skema rekayasa lalu lintas yang dilanjutkan dengan penanganan permanen (seperti bor pile dan DPT).
Disektor Sumber Daya Air, dari total 36 DI Nasional dengan luas layanan 254.946 ha, terdapat 21 DI terdampak dengan luas layanan sekitar 127.688 ha. Terdapat pula 24 bendung yang terdampak dan tengah dilakukan penanganan pada 13 bendung.
Kementerian PU juga memberikan dukungan melalui pengadaan sumur bor dengan kedalaman lebih dari 100 meter. Saat ini tengah dilaksanakan penyediaan supply air baku di 24 lokasi di Aceh Tamiang dengan dukungan 10 alat bor, 8 alat telah dimanfaatkan untuk proses pengeboran, sedangkan 4 alat lainnya sedang dipersiapkan untuk pengeboran, dan 1 alat sudah terpasang
Pada sektor Cipta Karya, penanganan difokuskan pada pemulihan layanan dasar permukiman, antara lain sistem penyediaan air minum, drainase lingkungan, sanitasi, serta dukungan pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak.
Sementara itu, pada sektor Prasarana Strategis, Kementerian PU tengah membangun 1 lokasi Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 84 unit dengan progres 80,14%.
Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait dalam melanjutkan penanganan bencana ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memperkuat upaya mitigasi untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi di masa mendatang.