Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Menteri PU saat meninjau lokasi banjir di kabupaten banjar kalsel ( birkom pu)

Spektroom - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merespons cepat penanganan banjir yang melanda Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi dampak banjir serta mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

“Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih. Kita semua ingin memastikan warga terdampak bencana tidak berlama-lama dalam kondisi sulit,” kata Menteri Dody saat meninjau lokasi banjir di Kabupaten Banjar, Jumat (9/1/2026).

Menteri PU akan mempercepat pembangunan bendungan Rian Kiwa untuk kurangi resiko banjir ( birkom pu)

Selain penanganan darurat, Menteri Dody juga menekankan pentingnya solusi jangka menengah dan panjang untuk mengurangi risiko banjir berulang di wilayah tersebut. “Kita percepat pembangunan Bendungan Riam Kiwa yang ditargetkan mampu mengurangi potensi banjir tahunan di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala hingga sekitar 70 persen,” tambah Menteri Dody.

Bendungan Riam Kiwa memiliki manfaat Reduksi Banjir di Sungai Martapura untuk area Permukiman 2.736 ha, persawahan 14.999 ha, potensi Irigasi 1.800 ha, air baku 1.000 liter/det dan potensi PLTA. Bendungan Riam Kiwa memiliki volume tampungan sebesar 69 juta m3 dengan tinggi bendungan 51 m.

Sebagai bagian dari tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III telah mengerahkan satu unit excavator untuk melakukan pembersihan dan normalisasi aliran sungai di lokasi terdampak. Penanganan dilakukan mulai dari bagian hulu hingga hilir sungai untuk memperlancar aliran air dan mengurangi genangan.

Dalam kunjungan ke kab banjar menteri pu juga menberikan banruan sembako kepada warga terdampak ( birkom pu)

Selain itu, petugas juga melakukan pembersihan aliran sungai dari material penghambat seperti sampah, eceng gondok, dan ranting pohon yang memperparah luapan air saat hujan deras.

Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mencapai 95,8 - 135 mm/hari serta air Pasang Sungai Barito. Hal ini menyebabkan genangan di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, antara lain Kabupaten Banjar, Tapin, Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, serta Kota Banjarbaru. Dampak banjir tercatat menggenangi kawasan permukiman, lahan sawah, serta sejumlah fasilitas umum.

Berita terkait

Gubernur Mirza Hari Ini Hadiri  Musprov Appindo Lampung &  Wagub Jihan Buka ToT Investigasi Terkoordinasi Kasus Flu Burung

Gubernur Mirza Hari Ini Hadiri Musprov Appindo Lampung & Wagub Jihan Buka ToT Investigasi Terkoordinasi Kasus Flu Burung

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekubang Liza Derni Senin, 22 Juni 2026, Pukul 08.00 WIB, diagendakan mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung, kompleks Kantor

Anggoro AP
Bupati Kuansing Suhardiman Amby  Jadi Penguji Eksternal Disertasi Doktor di Universitas Riau

Bupati Kuansing Suhardiman Amby Jadi Penguji Eksternal Disertasi Doktor di Universitas Riau

Pekanbaru- Spektroom: Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, dijadwalkan menjadi penguji eksternal dalam ujian tertutup disertasi Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau, Senin (22/6/2026). Disertasi yang akan diuji berjudul "Pembangunan Masyarakat Lokal di Kabupaten Kuantan Singingi" yang disusun oleh Promovenda

Salman Nurmin, Anggoro AP