Kementerian PU Lakukan Identifikasi dan Siagakan Alat Berat Tangani Banjir Sungai di Maluku Utara

Kementerian PU Lakukan Identifikasi dan Siagakan Alat Berat Tangani Banjir Sungai di Maluku Utara
Petugas bbws lakukan identifikasi tangani banjir di Sungai Malut ( bbws malut)

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara melakukan identifikasi dan survei lapangan pada Selasa (13/1), untuk menangani banjir sungai yang terjadi di Provinsi Maluku Utara pada Januari 2026 ini.

Penanganan difokuskan pada dua lokasi terdampak, yakni Sungai Ake Aru di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, serta Sungai Ibu di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat.

“Identifikasi dan survei lapangan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk pengerahan alat berat agar risiko banjir susulan dapat diminimalisir,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta , Rabu (14/1/2026).

Sungai Ake Aru kab Halmahera utara ( bbws malut)

Di Sungai Ake Aru, Kabupaten Halmahera Utara, tim BWS Maluku Utara melakukan pemetaan lokasi terdampak banjir dan pengecekan kondisi infrastruktur sungai, termasuk jembatan pascabanjir. Hasil identifikasi menunjukkan adanya perubahan alur sungai serta sedimentasi yang berpotensi mengganggu kapasitas tampung sungai sehingga diperlukan langkah penanganan teknis lanjutan.

Sementara itu, di Sungai Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, banjir menyebabkan genangan pada permukiman warga serta kerusakan tebing sungai dan muara anak sungai. Tim BWS Maluku Utara juga mengidentifikasi titik-titik kritis yang berpotensi memperparah banjir apabila tidak segera ditangani, terutama pada bagian tebing sungai yang mengalami longsoran.

Nampak terlihat adanya jembatan yang putus ( bbws malut)

Kepala BWS Maluku Utara M. Saleh Talib menyampaikan, identifikasi dan survei lapangan dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar pengambilan keputusan teknis. “Kami telah melakukan identifikasi dan survei langsung di Sungai Ake Aru dan Sungai Ibu untuk memastikan kondisi eksisting sungai pascabanjir" ujarnya.

"Dari hasil tersebut, kami menyiapkan berbagai langkah penanganan darurat dan rekonstruksi lanjutan sesuai dengan kebutuhan di lapangan." katanya.

“Dalam masa tanggap darurat, alat berat kami siagakan untuk pekerjaan pembersihan material sedimen, perbaikan alur sungai, serta pengamanan tebing dan infrastruktur sungai agar fungsi sungai dapat segera pulih dan risiko banjir berulang dapat ditekan,” ujar Saleh

BWS Maluku Utara juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna memastikan penanganan banjir berjalan efektif dan terintegrasi, termasuk dalam aspek pengamanan permukiman warga dan infrastruktur publik.

Saleh menyebutkan, akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan berdasarkan hasil evaluasi teknis. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menjaga ketahanan infrastruktur sumber daya air dan melindungi masyarakat dari dampak bencana hidrometeorologi.

Berita terkait

Sambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, IPIM Kepulauan Selayar Gelar Bimbingan Tahsin bagi Imam Masjid

Sambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, IPIM Kepulauan Selayar Gelar Bimbingan Tahsin bagi Imam Masjid

Spektroom — Pimpinan Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar kegiatan konsolidasi, silaturahmi, serta bimbingan tahsin bagi para imam masjid se-Kecamatan Benteng dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Kecamatan Benteng, diikuti para imam masjid serta lurah se-Kecamatan

Yahya Patta