Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Mudik Lebaran 2026
Jakarta – Spektroom: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional non-tol dan jalan tol untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran Tahun 2026. Berbagai langkah telah disiapkan untuk memastikan kondisi jalan nasional non-tol, jalan tol, serta sarana pendukung lainnya berada dalam kondisi mantap, aman, dan nyaman dilalui oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian Perhubungan, BMKG, dan Basarnas mengenai kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi menjelang mudik Lebaran 2026 di Gedung DPR RI, Rabu (11/3/2026).
Menteri Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur serta layanan pendukungnya melalui Instruksi Menteri PU Nomor 01 Tahun 2026 yang menjadi pedoman bagi seluruh unit kerja dalam menghadapi periode mudik Lebaran.
“Dalam pelaksanaanya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi. Sementara, Direktorat Jenderal Bina Marga memastikan kondisi jalan dan jembatan tetap mantap serta mempercepat penanganan apabila terjadi kerusakan di lapangan,” kata Menteri Dody.
“Direktorat Jenderal Cipta Karya juga memberikan dukungan fasilitas sanitasi seperti toilet portable dan mobil tangki air pada titik-titik layanan masyarakat. Sementara itu, Sekretariat Jenderal memperkuat komunikasi publik serta integrasi sistem informasi,” tambah Menteri Dody.
Secara nasional, jaringan jalan nasional non-tol yang menjadi tanggung jawab Kementerian PU mencapai sekitar 47.603 km dengan tingkat kemantapan 93,5% yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, jaringan jalan tol operasional saat ini mencapai sekitar 3.115 km yang terdiri dari 76 ruas jalan tol di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut dilengkapi dengan 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP)/ rest area, 581 gerbang tol, serta dikelola oleh 54 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Selama periode mudik dan balik Lebaran, akan difungsionalkan pula 10 ruas jalan tol tambahan dengan total panjang sekitar 291 km serta 15 TIP fungsional pada 9 ruas jalan tol.
“Pemerintah juga telah menetapkan diskon tarif tol rata-rata sekitar 30 % pada 29 ruas jalan tol pada periode tertentu arus mudik dan arus balik. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas serta mendorong distribusi perjalanan masyarakat menjadi lebih merata,” jelas Menteri Dody.
Kementerian PU juga telah melakukan berbagai kegiatan pemeliharaan dan peningkatan jalan baik di jalan nasional non-tol maupun jalan tol. Seperti scraping, filling, dan overlay (SFO), penanganan lubang jalan, pembersihan saluran drainase, serta pemotongan rumput.
Selain itu, dilakukan pula penggantian expansion Joint pada jembatan, pemadatan aspal, dan rekonstruksi jalan pada sejumlah titik yang memerlukan penanganan.
Juga disiapkan 496 posko mudik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan kondisi jalan sekaligus titik koordinasi penanganan cepat apabila terjadi gangguan infrastruktur di lapangan.
Kementerian PU juga telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan bencana dan kemacetan di sepanjang jalur mudik nasional. Untuk mendukung penanganan cepat di lapangan, disiagakan 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) yang dapat dimobilisasi sewaktu-waktu.
Kementerian PU terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, BMKG, Badan Usaha Jalan Tol, serta kementerian/lembaga terkait lainnya guna memastikan pengaturan lalu lintas dan kesiapan infrastruktur dapat berjalan optimal.