Kendal Sambut Lebaran dengan Harapan dari Pasar Murah

Kendal Sambut Lebaran dengan Harapan dari Pasar Murah
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berbaur pengunjung di pasar murah Alun-alun Kendal, Rabu, 4 Maret 2026.(Foto: SiGit)

Rabu pagi, 4 Maret 2026, suasana di Alun-alun Kendal tampak berbeda dari biasanya. Sejak matahari belum tinggi, ratusan warga sudah berbaris rapi menunggu pembagian paket sembako bersubsidi dalam gelaran Pasar Murah yang diadakan Pemerintah Kabupaten Kendal.

Tak butuh waktu lama, 1.182 paket sembako yang disediakan langsung ludes diserbu masyarakat. Dengan harga Rp50 ribu per paket—jauh di bawah harga pasaran senilai Rp79 ribu—warga merasa terbantu menjelang Idulfitri.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyebut Pasar Murah merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat.

“Pemda Kendal terus berupaya menstabilkan harga dengan melakukan monitoring stok barang, operasi pasar, dan memantau harga di pasar maupun pusat perbelanjaan, termasuk melalui kegiatan Pasar Murah ini,” ujarnya.
Antusias.

Paket sembako berisi beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, dan mi instan menjadi incaran utama warga. Harga yang lebih murah membuat masyarakat rela datang lebih awal demi mendapatkan kupon penukaran.

Ahadah, warga Kelurahan Bandengan, mengaku sengaja datang pagi-pagi agar tak kehabisan.

“Saya beli minyak, beras, gula, murah,” tuturnya singkat dengan wajah sumringah.

Sistem pembelian menggunakan kupon yang telah dibagikan sebelumnya melalui kelurahan. Dari total paket yang tersedia, 850 paket diperuntukkan bagi peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Sisanya diberikan kepada petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, satgas sungai Dinas PUPR, serta tenaga outsourcing di lingkungan Setda Kendal.

Penjabat Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, menegaskan bahwa Pasar Murah digelar untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau menjelang Lebaran.

“Ini bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil agar kebutuhan Lebaran tetap bisa terpenuhi,” katanya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, perusahaan swasta, hingga pelaku UMKM. Salah satu stan yang paling cepat kehabisan stok adalah milik Bhayangkari Polres Kendal.

Ika Andika dari stan Bhayangkari menyebut 50 paket yang mereka sediakan langsung habis.

“Lima puluh paket habis, tidak tambah lagi,” ujarnya.

Tak hanya berburu sembako murah, pengunjung juga bisa menikmati bazar UMKM yang meramaikan lokasi. Aneka produk makanan, kerajinan, hingga kebutuhan rumah tangga dipajang sebagai ajang promosi produk lokal Kendal.

Pasar Murah di Alun-alun Kendal bukan sekadar transaksi jual beli. Di tengah fluktuasi harga menjelang hari raya, kegiatan ini menjadi simbol gotong royong—bahwa di saat kebutuhan meningkat, pemerintah dan masyarakat bisa saling menguatkan.

Berita terkait

Menteri Dody Kukuhkan Pengurus LPJK 2025–2029, Perkuat Profesionalisme

Menteri Dody Kukuhkan Pengurus LPJK 2025–2029, Perkuat Profesionalisme

Jakarta – Spektroom:  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengukuhkan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Periode 2025–2029 sebagai langkah memperkuat profesionalisme sektor jasa konstruksi nasional guna mendukung peningkatan kualitas infrastruktur dan efisiensi pembangunan. Pengukuhan dilaksanakan di Jakarta, Rabu  (4/3/2026), sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola sektor

Nurana Diah Dhayanti