Kendaraan Over Dimensi Over Loaded (ODOL) Penyebab Banyak Ruas Jalan Rusak Sebelum Waktunya

Kendaraan Over Dimensi Over Loaded (ODOL) Penyebab Banyak Ruas Jalan Rusak Sebelum Waktunya

Spektroom.id. Kendaraan over dimensi over loading yang di gunakan pengusaha angkutan jasa dan barang beberapa tahun terahir menjadi sorotan, karena kendaraan tersebut selain ukurannya yang melebihi aturan pemerintah juga muatannya melebihi kapasitas muat. Adalah Prof.Dr.Ir. Lambang Basri Said, MT., Ph.D, pengamat transportasi di Makassar mengungkapkan ODOL terjadi pada ruas jalan yang kapasitasnya terlampaui oleh kendaraan yang melintas.

Prof. Lambang Basri yang sehari-harinya sebagai Dosen Pasca Sarjana UMI dan Pengurus Harian Yayasan Wakaf UMI Makassar memberi contoh ruas jalan yang standar gandarnya 8 koma 16 ton namun dilewati kendaraan 10 ton termasuk lajurnya 3 meter tetapi dilewati kendaraan yang lebih lebar sehingga dampaknya sangat dirasakan. "Jadi untuk mengurangi dan menghindari odol, ada 2 pola yang harus dilakukan yaitu, kendaraan besar hanya bisa melewati ruas jalan nasional atau ruas jalan khusus misalnya jalan industri" tegasnya.

Prof Lambang Basri juga menambahkan, produksi kendaraan harus distandarisasi, dalam hal ini bengkel harus di awasi, sehingga kendaraan tersebut tidak masuk kategori odol. Masih dalam kaitan dengan odol, diperlukan ketegasan pihak pemangku kebijakan untuk menindak dengan tegas terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran karena berdampak pada banyaknya kecelakaan lalu lintas berakibat meninggal dunia dan luka-luka termasuk mempercepat rusaknya ruas jalan karena tidak mampu menerima beratnya beban kendaraan tersebut sehingga berdampak pada penambahan anggaran perbaikan jalan. Diketahui kendaraan Odol banyak digunakan untuk mengangkut barang lintas kabupaten atau antar kota dan provensi.

Berita terkait

Penyusun Laporan Keuangan OPD di Madiun Ikuti Penguatan Sistem Pengendalian Intern

Penyusun Laporan Keuangan OPD di Madiun Ikuti Penguatan Sistem Pengendalian Intern

Madiun-Spektroom : Guna mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP), sebanyak 30 penyusun laporan keuangan OPD dilingkup Pemkab. Madiun mengikuti Penguatan Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan Perundang-Undangan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BPKAD Kabupaten Madiun, Kamis (25/6/2026) ini menghadirkan 2 narasumber, Kasidatun Kejari Kabupaten Madiun, Iwan Sofyan, SH.

Moch Haryono, Julianto
Biodiesel B50 Mulai Juli 2026 Peluang Besar dan Tantangan  Industri Sawit Kalbar

Biodiesel B50 Mulai Juli 2026 Peluang Besar dan Tantangan Industri Sawit Kalbar

Pontianak - Spektroom : Industri kelapa sawit di Kalimantan Barat memasuki babak baru seiring dimulainya implementasi program biodiesel B50 pada Juli 2026. Kebijakan pemerintah yang meningkatkan campuran biodiesel berbasis minyak sawit dalam bahan bakar nasional itu diproyeksikan mendongkrak kebutuhan crude palm oil (CPO) domestik, sekaligus membuka peluang besar bagi daerah penghasil

Apolonius Welly, Afrizal Aziz
Pelatihan Ecoprint Jadi Upaya Pemberdayaan dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Jember

Pelatihan Ecoprint Jadi Upaya Pemberdayaan dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Jember

Jember-Spektroom : Upaya penuntasan dan pemberdayaan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Ecoprint bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diselenggarakan di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Kamis (25/06/2026). Kegiatan tersebut dibuka dan

Budi Sucahyono, Julianto
Menteri Kependudukan Temui Kader Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting di Sleman

Menteri Kependudukan Temui Kader Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting di Sleman

Sleman – Spektroom : Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, bertemu dengan ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Sleman di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji didampingi Wakil Bupati Sleman

Fatmawaty, Bian Pamungkas